BEM UI soroti penguatan militer di daerah
Hafidz menilai penguatan militer di daerah bukan menjadi kebutuhan utama masyarakat saat ini. Ia menyebut kesejahteraan masyarakat semestinya menjadi perhatian.
"Yang dibutuhkan negara ini adalah kesejahteraan," tegasnya.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa juga membawa isu kebencanaan di wilayah NTT dan Flores. Mereka mendesak pemerintah menetapkan status bencana nasional setelah wilayah tersebut dilanda gempa bumi.
"Tuntutan terakhir kami adalah meminta pemerintah menetapkan status Bencana Nasional di NTT dan Flores," tandas Hafidz.
Rangkaian tuntutan tersebut disampaikan bersamaan dengan kritik mahasiswa terhadap dugaan penghadangan kendaraan yang akan membawa massa aksi BEM UI menuju Bundaran HI.
Dugaan intimidasi terhadap 24 sopir Kopaja menjadi perhatian dalam orasi korlap aksi karena para pengemudi disebut membatalkan pesanan setelah menerima telepon dari pihak tertentu.***
Artikel Terkait
Ketua BEM UI ingatkan pejabat belajar dari protes Gen Z Nepal: Jangan hanya redakan amarah publik
Mahasiswa Universitas Djuanda Bogor industry visit ke kantor Promedia Group, pelajari perkembangan media di era digital
Debat seru Bakom RI vs BEM UI: Qodari jelaskan dengan to the point memahami program MBG bagi dunia pendidikan
Viral aksi demonstrasi mahasiswa di gedung Kejagung Jakarta, desak eks Jampidsus Febrie Adriansyah diadili
Demo mahasiswa 18 Agustus 2026 di Bundaran HI, BEM UI bawa 8 tuntutan untuk pemerintah
BEM UI dan 25 aliansi demo di Bundaran HI, tuntut keadilan ekonomi dan status bencana nasional
Viral mahasiswa BEM UI ajak adu argumen polwan yang sambut massa aksi di Thamrin dengan spanduk 'kami siap melayani'