Baca Juga: Gempa NTT: 38 Orang meninggal dunia dan 13 orang luka-luka
Peternak lain ikut ceritakan pengalaman
Utas tersebut kemudian mendapat perhatian pengguna Threads lainnya. Sejumlah akun turut membagikan pengalaman serupa terkait tawaran menjadi pemasok bahan pangan untuk dapur MBG.
Salah satunya akun @alwayshappyandlucky yang mengaku ibunya berprofesi sebagai peternak dan pernah diminta menjadi pemasok telur ayam untuk salah satu dapur MBG.
Menurut pengakuannya, pihak dapur meminta harga telur di bawah harga pasar dan menawarkan pembayaran secara tempo.
“Mereka minta harga di bawah harga pasar, pembayaran tempo janjinya paling lambat 1 bulan, minta nanti di-markup karena katanya banyak yang minta bagian,” tulis akun tersebut dalam unggahannya, dikutip Minggu, 16 Agustus 2026.
Ia mengatakan tawaran tersebut akhirnya ditolak karena dinilai tidak memberikan keuntungan yang layak bagi peternak.
“Ibuku menolak, karena sudah rugi dunia, akhirat pun rugi. Nggak ada untung sama sekali,” sambungnya.
Berbagai unggahan tersebut kemudian memunculkan pembahasan mengenai pola pengadaan bahan pangan dalam program MBG, khususnya terkait harga pembelian dan posisi peternak lokal sebagai pemasok.
BGN tegaskan harga ayam dan telur harus layak
Sebelumnya, Badan Gizi Nasional (BGN) telah menerbitkan surat edaran mengenai pembelian ayam dan telur untuk kebutuhan program MBG.
Surat edaran tertanggal 12 Agustus 2026 itu menegaskan bahwa pembelian ayam dan telur dalam pelaksanaan program MBG harus menggunakan harga yang adil dan layak bagi peternak.
Harga pembelian juga minimal harus mengacu pada Harga Acuan Pembelian (HAP) yang ditetapkan Badan Pangan Nasional.
Artikel Terkait
Sudaryono sidak MBG Bogor usai dilantik Kepala BGN, dicurhati SPPG soal distribusi ke ibu hamil
Jejak skandal Dadan Hindayana cs maling duit MBG: Dari dugaan SPPG bodong hingga mark up harga motor BGN
Satpam SPPG di Ciputat diduga jual 1.700 ompreng MBG untuk beli narkoba, gimana awal mulanya?
Diduga gegara konsumsi menu MBG basi, 707 warga sekolah di SMKN 6 Semarang alami keracunan massal
Dapur MBG wajib kantongi sertifikat SLHS, BGN beri target waktu singkat
Kepala SPPG Karanganyar muntah-muntah usai cicip menu MBG, 94 ompreng ditarik usai sempat dikirim ke sekolah
Dugaan keracunan MBG di Berastagi: 269 Siswa dirawat, paling banyak dari SMAN 1 Berastagi