Melalui kebijakan tersebut, BGN mendorong agar pelaksanaan program MBG tidak merugikan peternak lokal. Harga yang layak diharapkan dapat membantu menjaga keberlangsungan produksi sekaligus kestabilan pasokan ayam dan telur.
BGN juga meminta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) membuat variasi menu yang menarik dengan tetap memperhatikan prinsip Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA), serta memanfaatkan bahan pangan lokal.
Baca Juga: Momen wisatawan saling berpegangan di Pulau Padar saat terjadi gempa bumi: Jangan panik guys!
Selain persoalan harga, kualitas bahan pangan juga menjadi perhatian. Ayam dan telur yang digunakan dalam menu MBG harus diperiksa terlebih dahulu sehingga aman dikonsumsi oleh para penerima manfaat.
Dengan adanya ketentuan tersebut, dugaan pembelian telur di bawah harga pasar maupun permintaan pencatatan harga berbeda dalam nota perlu diverifikasi kepada pihak terkait apabila benar terjadi di lapangan.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi mengenai identitas dapur MBG yang disebut dalam unggahan tersebut maupun klarifikasi dari pihak yang dituding.
Karena itu, seluruh pengakuan dalam media sosial tersebut masih perlu ditempatkan sebagai informasi yang belum terverifikasi secara independen.***
Artikel Terkait
Sudaryono sidak MBG Bogor usai dilantik Kepala BGN, dicurhati SPPG soal distribusi ke ibu hamil
Jejak skandal Dadan Hindayana cs maling duit MBG: Dari dugaan SPPG bodong hingga mark up harga motor BGN
Satpam SPPG di Ciputat diduga jual 1.700 ompreng MBG untuk beli narkoba, gimana awal mulanya?
Diduga gegara konsumsi menu MBG basi, 707 warga sekolah di SMKN 6 Semarang alami keracunan massal
Dapur MBG wajib kantongi sertifikat SLHS, BGN beri target waktu singkat
Kepala SPPG Karanganyar muntah-muntah usai cicip menu MBG, 94 ompreng ditarik usai sempat dikirim ke sekolah
Dugaan keracunan MBG di Berastagi: 269 Siswa dirawat, paling banyak dari SMAN 1 Berastagi