Ustaz Abdul Somad (UAS) turut angkat bicara terkait insiden tersebut. Melalui unggahan di akun Instagram resminya, ia menyampaikan duka sekaligus kritik terhadap praktik persekusi yang terjadi.
Dalam pernyataannya, UAS mengajak masyarakat untuk melihat peristiwa ini dari sisi kemanusiaan.
Baca Juga: Pengangguran tinggi, sekolah vokasi jadi kunci: Kolaborasi kampus–industri diperkuat di Unpad
Ia menegaskan bahwa meskipun mencuri adalah tindakan yang salah, namun hukuman berupa kehilangan nyawa tidak dapat dibenarkan.
“Gadis kecil itu anak kita. Keponakan kita. Adik kita. Mencuri ayam tidak benar. Tapi ayam dibayar dengan nyawa tidak bisa dibenarkan,” tulisnya.
UAS juga menyinggung kondisi sosial yang mendorong seseorang melakukan tindakan kriminal.
Ia mempertanyakan realitas di tengah kekayaan sumber daya alam Indonesia, masih ada masyarakat yang terpaksa mencuri demi bertahan hidup.
Baca Juga: Tribun VIP Drift Speed Fest Purwokerto ambruk, polisi langsung investigasi penyebabnya
Kronologi dan dampak peristiwa
Peristiwa tragis ini bermula pada Jumat dini hari, 24 Juli 2026, sekitar pukul 01.30 WITA. Korban berinisial IKD diduga mencuri ayam aduan di Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan.
Dugaan tersebut memicu kemarahan warga hingga berujung pengeroyokan yang menyebabkan korban meninggal dunia. Tidak hanya itu, sepeda motor milik korban juga dibakar oleh massa.
Kasus ini kemudian menuai kecaman dari berbagai pihak, termasuk perwakilan Kementerian Hak Asasi Manusia wilayah Bali.
Mereka menilai tindakan main hakim sendiri sebagai pelanggaran terhadap prinsip hak asasi manusia.
Baca Juga: Direktur Bandung TV Alit Suwirya jadi ketum ATVLI 2026-2030, bakal perkuat solidaritas organisasi
Selain itu, perhatian juga diarahkan pada kondisi keluarga korban, terutama anak-anak yang membutuhkan pendampingan psikologis.
Artikel Terkait
Tegur pengamen mabuk, warga Pamanukan tewas dikeroyok, polisi tangkap 3 pelaku dalam 12 jam
Dijerat Pasal 170 ayat 3 KUHP, 6 anggota Yanma Polri jadi tersangka pengeroyokan maut debt collector di Kalibata
Kurang dari 24 jam, Polres Subang bongkar pengeroyokan maut di jalan raya, 5 orang jadi tersangka
Orang tua korban pengeroyokan apresiasi gerak cepat Polres Subang, harap pelaku dihukum seberat-beratnya
Ayah tewas dikeroyok massa usai diduga curi ayam aduan di Bali, viral anak menangis pilu saat jenazah tiba di rumah duka
Soal kasus main hakim sendiri yang tewaskan pria di Bali, Kementerian HAM bakal dampingi keluarga korban
Curhat istri pria yang dikeroyok usai dituding maling ayam aduan di Bali, sebut cari uang untuk bayar SPP anak