Atas arahan kepolisian, seluruh siswa diminta tetap berada di lapangan dan tidak kembali ke ruang kelas.
Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi guna menghindari potensi bahaya selama proses pemeriksaan berlangsung.
Polisi evakuasi dan lakukan penyisiran
Kapolsek Jagakarsa, Kompol Nurma Dewi, menyampaikan bahwa pihaknya menerima laporan sekitar pukul 07.30 WIB.
Polisi kemudian langsung mengevakuasi seluruh siswa dan guru keluar dari area sekolah.
Tim gabungan diterjunkan untuk melakukan penyisiran, mulai dari Tim Gegana Brimob, Densus 88 Anti Teror, Tim Inafis, hingga Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan.
Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh di seluruh area sekolah untuk memastikan tidak ada ancaman nyata.
Baca Juga: Bunda PAUD Subang soroti anak masuk SD tanpa TK, dorong wajib belajar 1 tahun prasekolah
Penyelidikan pelaku masih berlangsung
Hingga proses penanganan berlangsung, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan guna mengidentifikasi pelaku pengirim pesan ancaman tersebut.
Aparat memastikan akan menindaklanjuti kasus ini secara serius demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.***
Artikel Terkait
Kasus teror air keras Andrie Yunus disorot, PSHK desak diadili di peradilan umum
Teror air keras di Tambun Bekasi kembali terjadi, lansia diserang saat ke masjid, warga: Sudah 3 kali
Laporan kebakaran palsu terungkap, DC pinjol diduga teror penjual nasi goreng di Semarang
Viral teror pocong di Tangerang, diduga modus kejahatan, polisi imbau warga waspada
Viral ‘pocong keliling’ resahkan warga, diduga modus teror hingga perampokan
Viral aktivis Tiyo Ardianto diduga kena sasaran teror, alat pelacak ketahuan menempel di kolong mobilnya
Dalami motif pelaku teror bom SDN Srengseng Sawah, polisi ungkap ada kekecewaan pribadi