“Kami berharap pemerintah segera turun tangan. Kalau dibiarkan, kerugian akan semakin besar,” harap Karwito.
Tanpa langkah cepat, krisis air yang melanda Subang berpotensi berkembang menjadi masalah yang lebih besar, tidak hanya bagi petani tetapi juga bagi ketahanan pangan di daerah.***
Artikel Terkait
GMNI Subang tegaskan masa depan pertanian tak boleh tersisih oleh proyek industrialisasi
Pemulihan pertanian jadi kunci hidup 80 persen warga, influencer Virdian Aurellio soroti kondisi petani Aceh Tamiang pascabanjir
Panen Fest 2026, Promedia Group raih penghargaan atas publikasi ketahanan pangan
Dilantik jadi anggota DPRD Subang, H. Sys Santo Delvis siap bawa aspirasi petani ke parlemen
Jeritan anak petani Tulungagung viral, ungkap kasus pupuk non subsidi yang jerat ayahnya
Subang dikebut program UPLAND, Kementan dorong percepatan infrastruktur pertanian dataran tinggi
PTPN I Ciater didesak serahkan 20 persen lahan ke petani penggarap, ancaman sanksi menguat