GENMILENIAL.ID - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat ini menjadi salah satu program prioritas Kabinet Merah Putih.
Dilaksanakan di bawah pengawasan Badan Gizi Nasional (BGN), MBG sudah mulai berjalan sejak 6 Januari 2025 lalu.
Selain program yang diyakini memperbaiki gizi anak-anak, MBG juga disebut memiliki potensi untuk membuka lapangan pekerjaan.
Karena dalam pelaksanaannya membutuhkan banyak tenaga, diklaim bahwa MBG ini akan mampu membuka hingga 90 ribu lapangan kerja untuk sarjana.
Hal tersebut diungkapkan oleh Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola Badan Gizi Nasional (BGN) Tigor Pangaribuan dan menjabarkan rinciannya.
Tigor mengatakan bahwa MBG memerlukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menurut BGN jumlahnya akan mencapai 30 ribu di seluruh Indonesia.
“Jadi kepala unit, itu ada 30 ribu nanti otomatis kita rekrut 30 ribu sarjana di Indonesia untuk jadi kepala,” kata Tigor di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Sabtu, 10 Mei 2025.
Karena berhubungan dengan gizi MBG, sehingga harus didampingi oleh ahli gizi dan merupakan seorang sarjana.
“Dia pasti didampingi ahli gizi, harus sarjana juga ya di usia kira-kira 22-30 lah yang kita cari, jadi satu ahli gizi per satuan pelayanan, berarti 30 ribu ahli gizi nanti,” terangnya.
Karena itu, menurut Tigor akan ada 90 ribu sarjana yang terserap dalam pelaksanaan MBG ketika 30 ribu SPPG sudah berdiri.
“Jadi 90 ribu lapangan pekerjaan bagi sarjana kita yang fresh graduated hari ini,” tambahnya.***
Artikel Terkait
Kritik pedas pengamat ekonomi soal menteri RI sebut MBG lebih penting ketimbang lapangan kerja
Pemerintah sudah gelontorkan Rp2,3 triliun dari APBN untuk pelaksanaan MBG, Kemenkeu ungkap 3,26 juta orang menikmati Makan Bergizi Gratis
Ada target percepatan 82,9 juta penerima manfaat MBG di tahun 2025 sesuai instruksi Prabowo, Kemenkeu: Kita siagakan Rp171 triliun
Prabowo ungkit nyinyiran soal MBG, sebut ada profesor yang perlu perbaiki sikap dengan mencontoh Adi Hidayat
Kasus dengan mitra MBG Kalibata masih berlanjut, Yayasan MBN diberondong 20 pertanyaan dari kepolisian: Kita jawab lantang dengan data
Yayasan MBN mulai dipanggil kepolisian, jelaskan alasan klaim perbedaan harga dengan mitra MBG Kalibata
Tekad Prabowo ingin siswa makan sehat dan bersih, ceritakan Paspampres ikut buka sepatu saat di dapur MBG