Baca Juga: Tabrakan maut di Simpang Unisma Bekasi, truk diduga rem blong hantam belasan motor
Berdasarkan data internal, angka operasi caesar saat ini telah mencapai 51 persen, jauh melampaui standar ideal yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yakni sekitar 20 persen.
Prihati menilai kondisi ini mengindikasikan adanya ketidakseimbangan dalam praktik medis.
“Fenomena ‘sedikit-sedikit caesar’ ini harus dihentikan. Operasi seharusnya menjadi opsi terakhir berdasarkan kebutuhan medis,” tegasnya.
Ia menjelaskan, secara ideal, delapan hingga sembilan dari sepuluh ibu hamil seharusnya dapat melahirkan secara normal.
Baca Juga: Tok! Nadiem Makarim divonis 10 tahun bui buntut skandal Chromebook Rp2,18 triliun
Dorong persalinan normal di puskesmas
Untuk menekan tren tersebut, BPJS Kesehatan akan mendorong peningkatan layanan persalinan normal, khususnya di fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas.
Salah satu langkah konkret yang diusulkan adalah kenaikan tarif persalinan normal di puskesmas, dari sekitar Rp600 ribu menjadi Rp1,2 juta.
Bahkan, terdapat wacana pemberian insentif hingga Rp2,5 juta bagi tenaga kesehatan agar lebih terdorong menangani persalinan normal.
Puskesmas pun akan diperkuat sebagai garda terdepan dalam menangani kehamilan dengan risiko rendah.
Baca Juga: HP dorong visi future of work di HP Elevate 2026, hadirkan inovasi AI untuk produktivitas dan bisnis
Prihati juga meluruskan anggapan bahwa ibu yang pernah menjalani operasi caesar harus selalu melahirkan dengan metode yang sama.
“Anggapan one caesarean is always caesarean itu keliru,” ujarnya.
Jamin efisiensi tanpa kurangi manfaat
Artikel Terkait
Pemerintah kaji pemutihan tunggakan BPJS kesehatan, nilai utang peserta capai Rp10 triliun
Menkeu Purbaya suntik Rp20 triliun ke BPJS kesehatan, tegaskan tak ada kenaikan iuran hingga 2026
Pemerintah siapkan pemutihan tunggakan BPJS Kesehatan akhir 2025, peserta wajib registrasi ulang
Subang daftarkan 26 ribu pekerja nonformal ke BPJS: Buruh tani hingga ojek kini punya jaminan sosial
Dari kepedulian, hadir perlindungan: RS Hamori gratiskan BPJS Ketenagakerjaan untuk 1.000 ojol dan petani di Subang
Viral curhat guru PPPK Sumedang terima gaji Rp50 ribu, dipotong BPJS tersisa Rp15 ribu
Dirut BPJS Kesehatan tegaskan bukan badan usaha pencari profit, ungkap aliran dana warga miskin dan mampu