“Korelasi kegiatan ini dengan pertahanan negara terletak pada peran strategis KDKMP/KNMP dalam memperkuat ekonomi rakyat,” imbuhnya.
Baca Juga: Subang Fest Vol.12 dongkrak ekonomi kreatif dan pariwisata Ciater
Berbeda dengan pendidikan militer
Ketut juga menegaskan bahwa metode pelatihan SPPI telah disusun secara khusus dan tidak disamakan dengan pendidikan militer bagi prajurit.
“Penyelenggaraan latihan ini memperhatikan latar belakang peserta sebagai masyarakat sipil,” ujarnya.
Ia menambahkan, fokus utama pelatihan bukan pada kemampuan fisik, melainkan aspek mental dan kepemimpinan.
“Penekanannya bukan pada kemampuan fisik, tetapi pada pembentukan mental, karakter, daya juang, dan kemampuan memecahkan masalah,” jelasnya.
5 Peserta SPPI meninggal dunia
Di sisi lain, Kemhan juga mengonfirmasi adanya lima peserta SPPI yang meninggal dunia, yakni Yonanda Muhammad Taufiq, Anisa Muyassaroh, Novia Rahmadhani Sihotang, Muhammad Rifki Renaldi Gunawan, dan Nola Dya Sari.
Berdasarkan kronologi yang disampaikan, kelima peserta mengalami gangguan kesehatan dan telah mendapatkan penanganan medis sebelum meninggal dunia.
Penyebab kematian pun beragam, mulai dari henti jantung hingga tuberkulosis.
Kemhan memastikan seluruh peserta telah mendapatkan perawatan sesuai prosedur medis yang berlaku.***
Artikel Terkait
Erick Thohir: Pegawai bank BUMN pensiun dini bisa jadi manajer di Kopdes Merah Putih
Prabowo kelakar soal Zulhas pimpin Kopdes Merah Putih: Kalau jawab tak bisa, terpaksa reshuffle
Aturan rampung, Zulhas targetkan 15.000 Kopdes Merah Putih beroperasi bulan ini
Isu panas! Dugaan pengadaan 20.600 truk Kopdes Merah Putih senilai Rp10,83 triliun jadi sorotan
Belum resmi beroperasi, gedung Kopdes di pacitan mendadak viral usai dipakai warga untuk resepsi pernikahan
Kontroversi di balik wafatnya 3 calon manajer Kopdes-KNMP: Pulang dalam peti, berujung tindak evaluasi
Kronologi peserta Kopdes-KNMP asal Sumut Novia Rahmadhani meninggal dunia saat ikut latsarmil di Jakarta