Dalam unggahannya, dr. Tri Maharani juga berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi.
“Semoga tidak ada kriminalisasi lagi terhadap dokter dan juga pengancaman lagi terhadap pekerjaan mulia kita,” tambahnya.
Kasus ini diharapkan menjadi evaluasi bersama terkait pentingnya menghormati keputusan medis serta memberikan rasa aman bagi tenaga kesehatan dalam menjalankan tugasnya.***
Artikel Terkait
Korban pelecehan seksual mencapai ratusan, dokter Iril mengincar ibu hamil trimester 2 dan 3
Menkes Budi Gunadi ungkap praktik nakal dokter anestesi yang keluar ruang bedah setelah pasien tertidur: Ini sangat berbahaya
Buntut terkuaknya dokter anestesi sering keluar dari kamar bedah, Menkes Budi Gunadi akan lakukan pengawasan serius
Sound horeg picu polemik, dokter THT sarankan jarak aman 2 kilometer dari dentuman 130 dB
Soal kekerasan di RSUD Sekayu, dokter Syahpri didukung PB IDI dan Kemenkes bawa ke jalur hukum
Usai kasus dr. Myta, Kemenkes ubah aturan dokter internship: Jam kerja 40 jam hingga standar baru remunerasi
Dokter Icha meninggal dunia, diduga alami depresi usai diintimidasi anggota DPRD TTU