Menkes Budi Gunadi ungkap praktik nakal dokter anestesi yang keluar ruang bedah setelah pasien tertidur: Ini sangat berbahaya

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Minggu, 27 April 2025 | 02:15 WIB
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat mengunjungi pabrik Oneject Indonesia terkait pembuatan mesin Hemodialisa dan kantong darah pada 26 Februari 2025 (Instagram/bgsadikin)
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat mengunjungi pabrik Oneject Indonesia terkait pembuatan mesin Hemodialisa dan kantong darah pada 26 Februari 2025 (Instagram/bgsadikin)

GENMILENIAL.ID - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menemukan praktik nakal dokter-dokter anestesi usai terbongkarnya kasus Priguna di RSHS Bandung.

Menkes Budi menegaskan bahwa peserta PPDS seharusnya bekerja dengan diawasi oleh gurunya.

Ia juga mengungkapkan fakta bahwa banyak dokter anestesi yang tidak berada di rumah sakit.

“Khusus anestesi, karena ini kejadian di Semarang dan juga di Bandung, kita lihat begitu prodinya kita tunda itu rame malah program layanan anestesi, bukan program pendidikan anestesi saja,” kata Budi dalam konferensi pers yang dilakukan secara daring pada Senin, 21 April 2025.

Baca Juga: Tepis skandal kekerasan, Pendiri OCI Taman Safari beberkan foto Butet yang semringah semasa jadi pemain sirkus

“Begitu kita hentikan PPDS anestesi untuk hadir di RS Kemenkes, ketahuan ternyata banyak dokter anestesi yang tidak bekerja di rumah sakit,” terangnya.

Budi kemudian mengatakan bahwa kasus dokter anestesi di Semarang dan Bandung tersebut membuka fakta lain, bahwa dokter keluar dari ruang bedah dan digantikan oleh mahasiswa PPDS.

“Saya mulai mengamati bahwa ternyata yang melakukan pekerjaan anestesi di rumah sakit, di ruang bedah adalah PPDS-nya,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa dokter anestesi seharusnya berada di dalam ruang bedah saat dokter lain melakukan tindakan kepada pasien.

Baca Juga: Respon pihak Paula Verhoeven terkait tudingan pengacara Baim Wong idap penyakit kritis, tantang balik untuk membuktikan

“Dokter anestesi itu harus selalu ada di situ ya, karena kalau terjadi apa-apa pasiennya bisa celaka gitu,” tambahnya.

“Di Indonesia ternyata praktiknya banyak yang keluar begitu (pasien) sudah tidur langsung keluar itu dokter anestesi,” tandasnya.

Menurutnya, praktik tersebut berbahaya karena mengabaikan keamanan pasien.

“Hampir di seluruh rumah sakit pendidikan yang mengerjakan pekerjaan konsulen anestesi adalah PPDS-nya, muridnya, ini sangat berbahaya,” tegasnya.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Sumber: Youtube Kementerian Kesehatan RI

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X