Kemhan beberkan kronologi 5 calon manajer KDKMP-KNMP yang meninggal dunia: Henti jantung hingga TBC

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Sabtu, 27 Juni 2026 | 23:45 WIB
Latsarmil calon manajer untuk KDKMP/KNMP (Instagram/puskompetensi_bela_negara)
Latsarmil calon manajer untuk KDKMP/KNMP (Instagram/puskompetensi_bela_negara)

GENMILENIAL.ID – Kementerian Pertahanan (Kemhan) akhirnya mengungkap kronologi lengkap meninggalnya lima peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang tengah mengikuti pelatihan dasar militer (latsarmil) dalam program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

Kelima peserta tersebut meninggal dunia dalam rentang waktu berbeda saat menjalani pelatihan di sejumlah wilayah.

Penyebab kematian pun beragam, mulai dari henti jantung, heat stroke, hingga penyakit infeksi seperti tuberkulosis (TBC).

Baca Juga: Rally Offroad disulap jadi mesin ekonomi, Bupati Subang dorong wisata dan UMKM naik kelas

“Atas nama Kementerian Pertahanan RI, panitia seleksi nasional, dan seluruh penyelenggara program SPPI menyampaikan duka cita sedalam-dalamnya atas wafatnya 5 peserta SPPI KDKMP/KNMP tahun 2026 yang sedang mengikuti latihan,” ujar Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertahanan (BPSDM) Kemhan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia, Sabtu 27 Juni 2026. 

Kronologi kasus dan penanganan medis

Ketut menegaskan seluruh peserta telah mendapatkan penanganan medis sesuai prosedur sebelum dinyatakan meninggal dunia.

“Seluruh peserta telah mendapat penanganan medis sesuai prosedur, baik di fasilitas kesehatan satuan maupun rumah sakit,” jelasnya.

Baca Juga: Kinerja melejit, Perumda TRS Subang resmi berstatus 'sehat' versi BPKP

Peserta pertama, Yonanda Muhammad Taufik, mengalami penurunan kesadaran usai aktivitas fisik dan langsung dirujuk ke rumah sakit. Namun, nyawanya tidak tertolong.

“Meskipun telah mendapat tindakan medis secara intensif, dokter menyatakan almarhum meninggal dunia dengan diagnosis cardiac arrest atau henti jantung,” ungkap Ketut.

Sementara itu, Anisya Musyarofah dilaporkan mengalami heat stroke setelah mengeluh sesak napas dan mual sebelum kegiatan dimulai. Kondisinya memburuk dalam waktu singkat hingga akhirnya meninggal dunia.

Baca Juga: Kang Rey ngaku 'malu' resmikan jalan setengah jadi, sekaligus gaspol bangun Pantura

Penyakit bawaan dan faktor risiko

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X