Munculnya isu ini langsung menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat, terutama bagi nasabah yang menggunakan layanan mobile banking.
Baca Juga: Viral supplier curhat alasan menolak kerja sama SPPG: Dari minta harga rendah hingga nota kosongan
Keamanan data pribadi menjadi perhatian utama, mengingat semakin maraknya kasus kebocoran data di era digital.
Namun demikian, hingga saat ini belum ada bukti valid yang memastikan bahwa data tersebut benar-benar berasal dari sistem internal Bank Jatim.
Sejumlah pihak pun meminta klarifikasi resmi agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi.
Di sisi lain, masyarakat juga diimbau untuk tidak langsung mempercayai informasi yang beredar tanpa verifikasi, serta tetap menjaga keamanan akun masing-masing dengan langkah preventif.
Baca Juga: BTN Jakim 2026 disorot, tim medis disebut minim hingga pelari ikut jadi penolong
Respons resmi Bank Jatim dan langkah investigasi
Menanggapi kabar yang beredar, pihak Bank Jatim memberikan klarifikasi resmi melalui keterangan tertulis yang diunggah di akun Instagram resmi mereka pada Senin, 15 Juni 2026.
Dalam pernyataannya, Bank Jatim menegaskan telah merespons informasi tersebut dengan cepat melalui investigasi internal serta koordinasi dengan pihak terkait.
“Bank Jatim telah melakukan investigasi terhadap sampel data yang dipublikasikan pada forum dark web. Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan hingga saat ini, Bank Jatim tidak menemukan adanya indikasi gangguan terhadap sistem internal Bank Jatim,” tulis pihak manajemen.
Baca Juga: Viral 326 kepsek di Sulsel dikabarkan mundur usai temuan BPK, dipicu masalah kelola dana BOS
Lebih lanjut, Bank Jatim juga menyatakan bahwa karakteristik data yang beredar tidak menunjukkan keterkaitan dengan data transaksi nasabah maupun kredensial layanan perbankan.
Sebagai langkah lanjutan, Bank Jatim mengungkapkan telah berkoordinasi melalui platform Cyber Threat Intelligence Sharing (CTIS) yang dikelola oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), guna mendukung proses investigasi dan validasi lebih lanjut.
Dengan adanya klarifikasi ini, Bank Jatim memastikan bahwa sistem internal mereka tetap dalam kondisi aman.
Artikel Terkait
Usai kebocoran 6 juta NPWP, Kominfo langsung tingkatkan mitigasi
Data pemilih Subang tembus 1,23 juta, KPU soroti pentingnya akurasi dan partisipasi warga
Disnakertrans Subang klarifikasi data ke BYD dan VinFast usai disentil Dedi Mulyadi
Didemo soal bansos banjir, Bupati Langkat janji temui mensos dan perbaiki data
Jelang Sensus Ekonomi 2026, BPS Banten gandeng Fekraf perkuat data ekonomi kreatif
Skandal korupsi penyaluran KPR di BTN Karawang, 481 debitur diduga terlibat praktik 'pinjam nama' hingga manipulasi data
Beredar isu kebocoran 890.000 akses hingga 4,9 juta data nasabah di mobile banking, BCA beri penjelasan