Dalam rekaman video yang viral, terlihat kedua lurah sempat diarak oleh warga sebelum akhirnya diamankan ke kantor polisi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Diduga berawal dari cekcok soal pembayaran
Seorang warga berinisial YN mengungkapkan bahwa insiden tersebut diduga bermula dari kesalahpahaman terkait pembayaran jasa wanita panggilan.
Ia menyebut terjadi miskomunikasi antara pihak penghubung dengan kedua wanita tersebut.
Menurutnya, kedua wanita meminta bayaran sebesar Rp700 ribu per orang.
Namun, terjadi kesalahan persepsi karena penghubung mengira jumlah tersebut merupakan total yang akan dibagi dua.
Perselisihan itu kemudian memicu cekcok yang terdengar oleh warga sekitar.
Ditambah dengan adanya dugaan pesta miras di lingkungan kantor kelurahan, warga pun tersulut emosi dan langsung menggerebek lokasi.
Pemkot Kendari ambil tindakan tegas
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Pemerintah Kota Kendari langsung mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan kedua lurah tersebut per Minggu, 14 Juni 2026.
Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, menyatakan bahwa penonaktifan dilakukan untuk mempermudah proses hukum yang sedang berjalan serta menjaga integritas aparatur sipil negara.
Ia juga memastikan bahwa pelayanan publik di wilayah tersebut tetap berjalan normal.
Artikel Terkait
Gudang narkoba jaringan Thailand digerebek di Medan, 4 tersangka ditangkap dan 26 kg sabu disita
Viral, diduga anggota Polres Manokwari digerebek istri sah saat bersama dua wanita di kamar hotel
Program awal Lurah Sukamelang: Penguatan karang taruna, UMKM, hingga bank sampah
Duduk perkara pencopotan sekretaris Lurah Petojo Selatan yang viral karena gaya hidup mewah
Viral Daycare Little Aresha di Yogyakarta digerebek, dugaan anak diikat picu kemarahan publik
321 WNA digerebek di Jakbar terkait judi online, masuk RI pakai visa wisata
7 Dosen UPN Veteran Yogyakarta diperiksa usai dugaan pelecehan, kampus pastikan hak mahasiswa tetap terpenuhi