Nanik menjelaskan bahwa Arumsari memiliki pengalaman panjang di bidang pengawasan dan audit, yakni selama 34 tahun.
Baca Juga: Pengakuan penonton konser F4 Jakarta kena campak, dokter ingatkan penularan di venue
Sebelumnya, Arumsari juga pernah menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
“Dengan tugas dari Pak Presiden, sesuai dengan keahlian beliau, beliau akan mengawasi dengan super ketat tata kelola dan keuangan negara yang di BGN,” tegas Nanik.
Kehadiran Arumsari diharapkan mampu memperkuat aspek transparansi dan akuntabilitas, terlebih setelah kasus yang menjerat pimpinan sebelumnya.
Sorotan pada wakil dari latar belakang militer
Selain Arumsari, Nanik juga memperkenalkan Mayjen TNI Trenggono sebagai wakil kepala lainnya.
Baca Juga: Secarik surat Sony Sonjaya untuk Nanik S Deyang, diunggah usai ditetapkan tersangka oleh Kejagung
Ia menyebut Trenggono masih berstatus anggota TNI aktif, namun telah mengajukan pengunduran diri.
“Mungkin dalam waktu dekat beliau sudah pensiun. Tapi proses pengunduran dirinya sudah dilakukan,” jelasnya.
Kehadiran sosok militer di tubuh BGN sempat menimbulkan pertanyaan publik.
Menanggapi hal itu, Nanik menjelaskan bahwa penunjukan tersebut berkaitan dengan kebutuhan program MBG, khususnya di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).
Baca Juga: Kebakaran hanguskan 30 rumah di Johar Baru Jakpus, 240 jiwa terdampak dan mengungsi
Alasan militer terlibat dalam program MBG
Menurut Nanik, pengalaman Trenggono di bidang teritorial menjadi alasan utama pelibatannya dalam program MBG.
Artikel Terkait
IDAI layangkan surat terbuka ke BGN, soroti pemberian susu formula dalam program MBG
Evaluasi program Makan Bergizi Gratis, Prabowo ganti kepala BGN
Pimpinan BGN diganti, pemerintah pastikan Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan
Presiden copot kepala BGN, DPR nilai bukti keterbukaan pemerintah terima aspirasi publik
DPR nilai Nanik tepat pimpin BGN, dinilai aktif turun ke lapangan
Heboh penggeledahan kantor BGN oleh Kejagung, diduga soal kasus tata kelola di era kepemimpinan Dadan Hindayana
Deret kontroversi Dadan Hindayana selama jadi kepala BGN usai kini ditetapkan jadi tersangka korupsi