Ia menilai keahlian tersebut penting untuk menjangkau daerah-daerah dengan akses terbatas.
“Kenapa ada militer? Nanti kaitannya dengan program MBG, di mana kami membutuhkan ahli teritorial di situ,” ujarnya.
Program MBG sendiri menyasar kelompok rentan seperti siswa sekolah dan ibu hamil, terutama di wilayah 3T.
Baca Juga: Momen Wamen Imipas Silmy Karim serahkan diri ke KPK, ricuh saat ajudan dorong wartawan
Pemerintah juga tengah menyiapkan berbagai skema pelaksanaan agar program tersebut tetap berjalan tanpa membebani anggaran negara secara berlebihan.
Tantangan besar di tengah sorotan publik
Penunjukan Nanik terjadi setelah mantan Kepala BGN, Dadan Hindayana, ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus dugaan korupsi terkait tata kelola SPPG.
Kondisi tersebut membuat kepemimpinan baru di BGN menjadi sorotan publik.
Baca Juga: Polres Subang gelar sertijab Kapolsek Cibogo dan Purwadadi, berikut perubahan jabatannya
Nanik pun dituntut untuk memastikan tata kelola yang lebih transparan sekaligus menjaga keberlanjutan program MBG sebagai salah satu program prioritas pemerintah.
Dengan latar belakang dan tim yang telah disusun, Nanik optimistis dapat membawa BGN ke arah yang lebih baik serta meningkatkan kualitas gizi masyarakat Indonesia.***
Artikel Terkait
IDAI layangkan surat terbuka ke BGN, soroti pemberian susu formula dalam program MBG
Evaluasi program Makan Bergizi Gratis, Prabowo ganti kepala BGN
Pimpinan BGN diganti, pemerintah pastikan Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan
Presiden copot kepala BGN, DPR nilai bukti keterbukaan pemerintah terima aspirasi publik
DPR nilai Nanik tepat pimpin BGN, dinilai aktif turun ke lapangan
Heboh penggeledahan kantor BGN oleh Kejagung, diduga soal kasus tata kelola di era kepemimpinan Dadan Hindayana
Deret kontroversi Dadan Hindayana selama jadi kepala BGN usai kini ditetapkan jadi tersangka korupsi