Termasuk di dalamnya, peran spesifik serta dugaan keuntungan pribadi yang diperoleh dalam kasus korupsi terkait tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Meski demikian, publik mulai menyoroti kembali berbagai kebijakan Dadan selama menjabat yang dinilai kontroversial dan memicu perdebatan luas.
Usulan serangga jadi menu Protein
Salah satu kontroversi yang sempat ramai diperbincangkan adalah usulan Dadan terkait penggunaan serangga sebagai sumber protein dalam program MBG.
Dalam sebuah forum nasional pada Januari 2025, ia menyebut bahwa protein tidak harus selalu berasal dari ayam, telur, atau daging.
Ia mencontohkan bahwa di beberapa daerah, masyarakat telah terbiasa mengonsumsi belalang, ulat sagu, hingga jenis serangga lain sebagai alternatif protein.
“Mungkin saja ada satu daerah suka makan serangga seperti belalang atau ulat sagu, itu bisa jadi bagian protein,” kata Dadan kala itu.
Pernyataan tersebut memicu pro dan kontra di masyarakat, terutama terkait kelayakan dan penerimaan menu tersebut dalam program nasional.
Sorotan anggaran fantastis
Tak hanya soal kebijakan, pengelolaan anggaran di era kepemimpinan Dadan juga menjadi sorotan.
BGN diketahui pernah menyiapkan anggaran hingga Rp113,9 miliar untuk berbagai kebutuhan, termasuk penyelenggaraan acara melalui pihak ketiga.
Selain itu, terdapat pula pengadaan barang seperti handuk mandi hingga sikat semir sepatu dalam jumlah besar.
Artikel Terkait
Viral video kepala BGN main golf di tengah bencana Sumatera, Dadan Hindayana beri klarifikasi
Ramai sorotan 70 dapur MBG di lapas dan rutan, ICW ungkap isu konflik kepentingan hingga dugaan 1.000 proyek Polri
252 Siswa di Jakarta Timur diduga keracunan MBG, pangsit isi tahu disorot jadi penyebab
Sidak SPPG Sukabumi usai kasus ulat MBG, Wakil BGN temukan dapur amburadul hingga wastafel 'pajangan'
Skandal penipuan proyek dapur MBG di Jabar, 13 korban rugi Rp1,9 miliar
IDAI layangkan surat terbuka ke BGN, soroti pemberian susu formula dalam program MBG
Heboh penggeledahan kantor BGN oleh Kejagung, diduga soal kasus tata kelola di era kepemimpinan Dadan Hindayana