Nasabah BCA di Tasikmalaya kehilangan Rp160 juta, dugaan akses mobile banking dari pihak luar disorot

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Kamis, 28 Mei 2026 | 20:20 WIB
Menyoroti dugaan kasus peretasan rekening dalam mobile banking yang dialami nasabah BCA di Tasikmalaya, Jawa Barat (Dok. BCA)
Menyoroti dugaan kasus peretasan rekening dalam mobile banking yang dialami nasabah BCA di Tasikmalaya, Jawa Barat (Dok. BCA)

Ketua Gibas Resort Kota Tasikmalaya, Agus Ridwan, menegaskan bahwa korban tidak pernah merasa melakukan transaksi apa pun sebelum dana tersebut hilang.

Baca Juga: Respons menohok BPIP usai viral polemik Paskibraka yang diduga alami diskriminasi hingga gagal seleksi ke nasional

“Korban tidak merasa melakukan transaksi apa pun, tetapi saldo di rekeningnya berkurang hingga Rp160 juta,” ujarnya, dikutip dari Koropak.com, Kamis, 28 Mei 2026.

Ia juga menyebut bahwa korban beruntung karena segera melaporkan kejadian tersebut, sehingga pihak bank dapat melakukan pemblokiran rekening dan mencegah kerugian yang lebih besar.

Atas kejadian ini, korban meminta pihak bank untuk bertanggung jawab sekaligus memberikan solusi terkait keamanan sistem mobile banking.

BCA: Tidak ada indikasi kebocoran internal

Menanggapi hal tersebut, perwakilan BCA menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan adanya indikasi keterlibatan pihak internal maupun kebocoran sistem perbankan.

Baca Juga: Jejak panjang skandal proyek DJKA, dari OTT KPK di 2023 hingga eks direktur Kemenhub terjerat dugaan gratifikasi

“Dari hasil penelusuran sementara, tidak ada indikasi keterlibatan internal,” ujar perwakilan BCA.

Pihak bank menduga akses ilegal tersebut berasal dari pihak luar yang berhasil masuk melalui perangkat atau aplikasi milik nasabah.

DPRD ingatkan waspada kejahatan digital

Ketua Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya, Rahmat Sutarman, menilai kasus ini harus diselesaikan secara adil dan transparan dengan mengedepankan perlindungan konsumen.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap berbagai modus kejahatan digital yang semakin berkembang.

Baca Juga: Diduga cabuli lebih dari 25 santriwati, pengasuh ponpes di Pekalongan sempat didatangi 'Yakuza Mangenes' hingga diperiksa polisi

“Masyarakat harus lebih berhati-hati terhadap telepon, pesan, tautan, atau aplikasi mencurigakan yang berkaitan dengan layanan perbankan. Kejahatan digital sekarang semakin beragam,” katanya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X