Angka kemiskinan Subang 9,23 persen, penerima PKH capai 55 ribu keluarga

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Selasa, 26 Mei 2026 | 15:10 WIB
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Subang, Saeful Arifin, saat memberikan keterangan terkait angka kemiskinan dan program bantuan sosial di ruang kerjanya, Selasa 26 Mei 2026
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Subang, Saeful Arifin, saat memberikan keterangan terkait angka kemiskinan dan program bantuan sosial di ruang kerjanya, Selasa 26 Mei 2026

Dalam pelaksanaannya, pendamping PKH memiliki peran penting untuk memastikan bantuan tepat sasaran sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kini, para pendamping juga dibebani target tambahan berupa Graduasi Mandiri.

Baca Juga: Viral ‘pocong keliling’ resahkan warga, diduga modus teror hingga perampokan

Graduasi Mandiri merupakan kondisi di mana keluarga penerima manfaat dinilai telah meningkat taraf hidupnya sehingga secara sukarela keluar dari program bantuan sosial.

“Graduasi Mandiri itu ketika status kesejahteraan KPM meningkat dan akhirnya didorong keluar dari program,” terang Saeful.

Indikatornya pun beragam, mulai dari memiliki usaha mandiri, hingga adanya anggota keluarga yang sudah bekerja dan mampu menopang ekonomi keluarga.

Sistem data desil tentukan status ekonomi

Saeful juga menjelaskan bahwa penentuan status ekonomi masyarakat kini mengacu pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Baca Juga: Lagi-lagi tambang ilegal di Subang, excavator di Patokbeusi dipolice line

Dalam sistem ini, masyarakat dikelompokkan dalam desil 1 hingga 10, di mana desil 1 dan 2 merupakan kategori paling miskin.

“Yang paling miskin itu berada di desil 1 dan desil 2, sementara desil 6 sampai 10 masuk kategori menengah ke atas,” jelasnya.

Namun, tidak semua masyarakat di desil bawah otomatis mendapatkan bantuan. Hal ini karena data masih harus melalui proses verifikasi dan penyesuaian oleh pemerintah pusat.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan meminjamkan identitas seperti KTP untuk keperluan pinjaman atau akses keuangan, karena dapat memengaruhi status ekonomi dalam sistem.

Baca Juga: Viral respons MC Kalteng Expo 2026 saat warga keluhkan jalan rusak, tuai sorotan warganet

Kolaborasi lintas sektor jadi kunci

Saeful menegaskan bahwa penanggulangan kemiskinan tidak bisa hanya mengandalkan Dinas Sosial atau Kementerian Sosial semata.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X