Jalan panjang nelayan tradisional Subang dalam jerat kemiskinan struktural

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Rabu, 1 Oktober 2025 | 14:26 WIB
Mohammad Rizky, kader Komisariat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Universitas Mandiri Subang
Mohammad Rizky, kader Komisariat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Universitas Mandiri Subang

GENMILENIAL.ID – Nasib nelayan tradisional di pesisir utara Subang kembali menjadi sorotan. Meski laut menjadi ladang utama penghidupan, kualitas hidup mereka tak banyak berubah dan jerat kemiskinan terus berulang lintas generasi.

Hal ini disampaikan oleh Mohammad Rizky, kader Komisariat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Universitas Mandiri Subang.

Menurutnya, kondisi tersebut bukan semata soal keterbatasan ekonomi rumah tangga, melainkan sudah menyangkut kemiskinan struktural.

Ketergantungan pada alat tradisional

Rizky menjelaskan, nelayan kecil di Subang masih bergantung pada sistem produksi tradisional dengan peralatan sederhana.

Baca Juga: Eks intel Sri Radjasa bongkar skandal pendamping desa: Pemutusan sepihak, surat partai, hingga kritik menyasar Menteri Yandri

Minimnya akses terhadap teknologi modern membuat produktivitas rendah dan kalah bersaing dengan nelayan skala besar.

“Musim ikan yang tidak pasti memperparah keadaan. Hasil tangkapan sangat bergantung pada cuaca dan perubahan iklim,” jelasnya.

Jeratan tengkulak dan harga yang tidak stabil

Selain produktivitas, masalah harga ikan juga menjadi penyebab utama.

Ketika tangkapan melimpah, harga justru jatuh karena kurangnya fasilitas penyimpanan dan distribusi. Sebaliknya, ketika tangkapan menurun, biaya operasional tetap tinggi.

Baca Juga: Wartawan diduga dianiaya saat liput kasus keracunan MBG di Pasar Rebo, polisi diminta usut tuntas

“Nelayan akhirnya terpaksa meminjam dari tengkulak. Pola ini menciptakan ketergantungan jangka panjang yang membuat kemiskinan terus berlanjut,” kata Rizky.

Pendidikan anak nelayan masih rendah

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X