WNI relawan GSF Hendro Prasetyo bongkar aksi pengecut militer Israel, sebut kebaikan yang terlihat justru jadi penderitaan

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Selasa, 26 Mei 2026 | 11:04 WIB
Menyoroti kronologi kasus penyiksaan tentara Israel terhadap para relawan GSF yang sempat viral di medsos (Instagram.com/@inhforhumanity)
Menyoroti kronologi kasus penyiksaan tentara Israel terhadap para relawan GSF yang sempat viral di medsos (Instagram.com/@inhforhumanity)

Namun, para relawan memilih untuk tidak membocorkan informasi tersebut demi keselamatan bersama.

“Prinsip kita saat itu, kita tidak boleh memberi tahu siapa kapten kapal,” jelasnya.

Baca Juga: Viral respons MC Kalteng Expo 2026 saat warga keluhkan jalan rusak, tuai sorotan warganet

Situasi semakin mencekam ketika salah satu relawan mencoba mengaku sebagai kapten untuk melindungi yang lain. Ia justru ditembak menggunakan peluru karet oleh tentara Israel.

“Ketika salah satu dari kita berdiri untuk mengakui sebagai kapten, dia ditembak dengan peluru karet,” ujar Hendro.

Menurutnya, aksi tersebut menjadi awal dari rangkaian penyiksaan untuk menekan mental para relawan.

Penyiksaan fisik dan manipulasi informasi

Hendro juga mengungkap penyiksaan yang dialami para relawan saat berada di dalam kontainer kapal hingga dipindahkan ke tahanan.

Baca Juga: Diduga gara-gara game, tempurung kepala siswa SMP di Singkawang pecah karena dipukul temannya sendiri pakai palu

Ia mengaku mengalami penyetruman, sementara yang lain mendapat perlakuan kasar seperti tendangan dan kekerasan fisik.

“Di ruangan gelap, tentara berbadan besar menendang-nendang. Saya sendiri disetrum,” tuturnya.

Ia menilai tindakan tersebut mencerminkan kekerasan yang selama ini juga dialami warga Palestina. Lebih lanjut, Hendro menyoroti adanya dugaan manipulasi informasi yang dilakukan pihak Israel.

Menurutnya, di ruang publik, narasi yang disampaikan seolah menunjukkan bantuan dan perlakuan baik kepada relawan. Namun, kenyataannya berbanding terbalik dengan kondisi yang mereka alami.

Baca Juga: Pengantin korban penipuan WO Marwah di Bekasi lapor polisi, sebut kerugian capai Rp85,5 juta

“Kebaikan yang terlihat bagi mereka adalah penderitaan,” tegas Hendro.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X