Hanan menegaskan bahwa tindakan bermain game saat rapat merupakan hal yang tidak pantas dilakukan oleh seorang wakil rakyat.
Baca Juga: BPK bongkar dugaan KPR bermasalah di BTN, potensi kerugian negara tembus Rp1,3 triliun
Ia menekankan pentingnya memprioritaskan kepentingan masyarakat dibandingkan aktivitas pribadi.
“Kami melakukan evaluasi bersama agar ini tidak terjadi ke depan. Tidak ada ruang untuk kesalahan yang sama,” tegasnya.
Ia juga memperingatkan bahwa sanksi lebih berat, bahkan hingga pemecatan, bisa dijatuhkan jika pelanggaran serupa terulang kembali.
Akui khilaf dan sampaikan permintaan maaf
Secara terpisah, Achmad Syahri telah menyampaikan permohonan maaf atas tindakannya. Ia mengaku khilaf dan menyesali perbuatannya yang dinilai tidak etis.
Baca Juga: Gebrakan pendidikan Subang: 238 Kepsek dilantik, Rp28 miliar digelontorkan bereskan kelas rusak
“Saya menyesal. Mungkin ada salah, saya mohon maaf,” ujar Syahri usai menjalani sidang Majelis Kehormatan Partai Gerindra di Jakarta.
Ia juga menegaskan tidak akan mengulangi perbuatannya di masa mendatang.
“Ya sudah, saya sangat menyesal dan tidak akan mengulangi,” tandasnya.
Kasus ini menjadi pengingat penting tentang profesionalitas dan etika pejabat publik, terutama saat menjalankan tugas yang berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat luas.***
Artikel Terkait
Polri bongkar 110 anak terekrut jaringan terorisme: Rekrutmen lewat game online dan medsos kian masif
Viral kepala BGN Jambi diduga main game saat rapat, Adityo buka suara dan bantah
Viral petugas PTSP PN Jakpus diduga main game saat jam kerja, tak sadar layar tersorot publik
Viral petugas klinik diduga main game saat pasien sesak napas, ditegur malah senyum
Viral petugas klinik diduga lalai tangani lansia sesak napas, malah main game
Dilantik jadi anggota DPRD Subang, H. Sys Santo Delvis siap bawa aspirasi petani ke parlemen
Viral main game saat rapat, anggota DPRD Jember Achmad Syahri ngaku khilaf usai disanksi keras Gerindra