Dalam praktiknya, BPBD dan Dinsos kerap mengambil air dari Perumda TRS untuk kemudian didistribusikan ke wilayah yang mengalami kekurangan air bersih.
Tak hanya itu, jika kondisi semakin darurat, armada pemadam kebakaran (damkar) hingga dukungan dari Kodim 0605 Subang juga bisa dilibatkan.
“Jika masih kurang, armada damkar dan dari Kodim juga bisa membantu suplai air bersih,” tambah Nana.
Langkah kolaboratif ini diharapkan mampu memperluas jangkauan distribusi air, terutama di daerah yang sulit dijangkau.
Harapan tak terjadi kemarau panjang
Meski berbagai langkah antisipasi telah disiapkan, Perumda TRS tetap berharap musim kemarau tahun ini tidak berlangsung ekstrem.
Pasalnya, jika kemarau berlangsung normal, debit air dari sumber air baku masih dapat mencukupi kebutuhan pelanggan, bahkan sebagian bisa dimanfaatkan oleh masyarakat non-pelanggan.
Baca Juga: Atap kelas MTs Muhammadiyah di Sragen ambruk saat KBM, 7 siswa dan 1 guru jadi korban
“Harapannya tidak terjadi kemarau panjang, sehingga masyarakat tidak mengalami krisis air bersih,” ungkap Nana.
Dengan kesiapan armada dan kolaborasi lintas instansi, pemerintah daerah berupaya memastikan dampak kekeringan dapat ditekan seminimal mungkin.
Namun demikian, masyarakat juga diimbau untuk tetap bijak dalam menggunakan air, terutama saat memasuki musim kemarau.***
Artikel Terkait
Banjir rendam Ciasem, Perumda TRS salurkan bantuan air bersih dan sembako ke warga terdampak
Save the Earth, Perumda Tirta Rangga Subang pacu kinerja dan kepedulian air bersih
Libur lebaran tetap lancar, Perumda TRS Subang jaga pelayanan air 24 jam
Idulfitri jadi momentum perbaikan layanan, Perumda TRS Subang tekankan kebersihan hati
Bukan sekadar reward! Perumda TRS kirim karyawan umroh untuk dongkrak kinerja dan spirit layanan
Konsisten edukasi lingkungan, Bank Sampah KBS gaungkan pilah sampah di SMK Al Mufti Subang
Subang butuh 120 mesin pengolah sampah, Pemprov Jabar siap beri bantuan