Sanoeri akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Selasa 12 Mei 2026 sekitar pukul 14.25 WIB di RS Siloam Sentosa Bekasi Timur.
Kepergian korban meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Ia diketahui meninggalkan seorang istri dan satu anak yang masih berusia balita.
Mobil melaju kencang tabrak lapak
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, mobil MBG dengan pelat nomor B 9007 TXZ melaju dari arah Jalan Nusantara menuju Duren Jaya.
Saksi mata bernama Rudi menyebut kendaraan tersebut melaju dengan kecepatan tinggi sebelum akhirnya menabrak deretan lapak pedagang di pinggir jalan.
“Mobil kencang banget dari arah sana. Saya lihat dari parkiran, lajunya memang sangat cepat,” katanya.
Mobil pertama kali menghantam lapak milik Sanoeri. Setelah itu, kendaraan kembali menabrak lapak ayam goreng milik pedagang lain berinisial NA (33 tahun).
Baca Juga: Telkom bukukan kinerja resilien di 2025, catat laba Rp17,8 triliun dan TSR 35,7 persen
Sopir diduga kaget dan banting setir
Pihak kepolisian mengungkapkan dugaan awal penyebab kecelakaan tersebut.
Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Ojo Ruslani, menyebut sopir berinisial WS (57 tahun) mengaku kaget saat melihat sepeda motor melintas secara tiba-tiba.
“Pengemudi kaget karena ada sepeda motor melintas di depan mobil,” jelasnya.
Akibatnya, sopir membanting setir ke arah kiri hingga menabrak para pedagang beserta lapaknya.
Artikel Terkait
Klarifikasi Kepala BGN soal 19.000 sapi untuk MBG, disebut hanya pengandaian
Balita 2 tahun di Cianjur meninggal dunia, diduga terkait kasus keracunan massal MBG
Mobil MBG datang sore di SMA Sigi, guru tegas menolak pembagian ke siswa
Ramai sorotan 70 dapur MBG di lapas dan rutan, ICW ungkap isu konflik kepentingan hingga dugaan 1.000 proyek Polri
252 Siswa di Jakarta Timur diduga keracunan MBG, pangsit isi tahu disorot jadi penyebab
Sidak SPPG Sukabumi usai kasus ulat MBG, Wakil BGN temukan dapur amburadul hingga wastafel 'pajangan'
Viral dugaan keracunan MBG di SD Surabaya, SPPG Tembok Dukuh hentikan operasional dan tarik distribusi