Viral dugaan keracunan MBG di SD Surabaya, SPPG Tembok Dukuh hentikan operasional dan tarik distribusi

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Selasa, 12 Mei 2026 | 23:02 WIB
Menyoroti penuturan Kepala SPPG Surabaya setelah viral kasus dugaan keracunan MBG di SD Pancasila 45 (Instagram.com/@infoduduksampeyan)
Menyoroti penuturan Kepala SPPG Surabaya setelah viral kasus dugaan keracunan MBG di SD Pancasila 45 (Instagram.com/@infoduduksampeyan)

 

GENMILENIAL.ID – Dugaan keracunan massal akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Pancasila 45 Surabaya, Jawa Timur, tengah menjadi sorotan publik di media sosial.

Peristiwa ini mencuat setelah puluhan siswa dan guru dilaporkan mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi menu MBG yang didistribusikan ke sekolah tersebut.

Berdasarkan informasi yang beredar, sedikitnya 75 siswa dan guru terdampak. Namun, laporan lain menyebut jumlah korban diduga mencapai hingga 200 orang dalam wilayah distribusi yang sama.

Baca Juga: Aksi nekat ayah di Bandung: Sekap 3 balita hingga diduga hendak bakar rumah sendiri

Diduga berasal dari menu krengsengan daging

Kasus ini ramai diperbincangkan setelah unggahan di media sosial menyebut adanya dugaan makanan penyebab keracunan, yakni olahan krengsengan daging slice yang menjadi bagian dari menu MBG.

Menu yang dikonsumsi siswa dan guru saat itu terdiri dari nasi, daging sapi, tahu goreng, sayur wortel dan sawi, serta buah jeruk.

Makanan tersebut diketahui didistribusikan ke siswa kelas 1, 2, 3, 4, dan 6 serta sejumlah guru. Sementara siswa kelas 5 belum sempat mengonsumsi karena jadwal makan yang berbeda.

Baca Juga: Viral skandal LCC MPR, influencer Salsa Erwina soroti nasib siswa: Bukan meritokrasi, tapi tergantung juri

SPPG akui ada ratusan laporan terdampak

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tembok Dukuh, Bubutan, Surabaya, menjadi pihak yang bertanggung jawab atas distribusi makanan tersebut.

Kepala SPPG Tembok Dukuh, Chafi Alida Najla, akhirnya angkat bicara terkait insiden tersebut.

Ia menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang menimpa para siswa dan guru, sekaligus mengakui adanya laporan ratusan korban terdampak.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X