GENMILENIAL.ID – Dugaan keracunan massal akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Pancasila 45 Surabaya, Jawa Timur, tengah menjadi sorotan publik di media sosial.
Peristiwa ini mencuat setelah puluhan siswa dan guru dilaporkan mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi menu MBG yang didistribusikan ke sekolah tersebut.
Berdasarkan informasi yang beredar, sedikitnya 75 siswa dan guru terdampak. Namun, laporan lain menyebut jumlah korban diduga mencapai hingga 200 orang dalam wilayah distribusi yang sama.
Baca Juga: Aksi nekat ayah di Bandung: Sekap 3 balita hingga diduga hendak bakar rumah sendiri
Diduga berasal dari menu krengsengan daging
Kasus ini ramai diperbincangkan setelah unggahan di media sosial menyebut adanya dugaan makanan penyebab keracunan, yakni olahan krengsengan daging slice yang menjadi bagian dari menu MBG.
Menu yang dikonsumsi siswa dan guru saat itu terdiri dari nasi, daging sapi, tahu goreng, sayur wortel dan sawi, serta buah jeruk.
Makanan tersebut diketahui didistribusikan ke siswa kelas 1, 2, 3, 4, dan 6 serta sejumlah guru. Sementara siswa kelas 5 belum sempat mengonsumsi karena jadwal makan yang berbeda.
SPPG akui ada ratusan laporan terdampak
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tembok Dukuh, Bubutan, Surabaya, menjadi pihak yang bertanggung jawab atas distribusi makanan tersebut.
Kepala SPPG Tembok Dukuh, Chafi Alida Najla, akhirnya angkat bicara terkait insiden tersebut.
Ia menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang menimpa para siswa dan guru, sekaligus mengakui adanya laporan ratusan korban terdampak.
Artikel Terkait
Puluhan siswa SD di Jeneponto dilarikan ke puskesmas usai santap MBG, diduga ikan tak layak konsumsi
Klarifikasi Kepala BGN soal 19.000 sapi untuk MBG, disebut hanya pengandaian
Balita 2 tahun di Cianjur meninggal dunia, diduga terkait kasus keracunan massal MBG
Mobil MBG datang sore di SMA Sigi, guru tegas menolak pembagian ke siswa
Ramai sorotan 70 dapur MBG di lapas dan rutan, ICW ungkap isu konflik kepentingan hingga dugaan 1.000 proyek Polri
252 Siswa di Jakarta Timur diduga keracunan MBG, pangsit isi tahu disorot jadi penyebab
Sidak SPPG Sukabumi usai kasus ulat MBG, Wakil BGN temukan dapur amburadul hingga wastafel 'pajangan'