Pemandu wisata ungkap kronologi erupsi Gunung Dukono, sempat curiga ada sumbatan kawah

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Sabtu, 9 Mei 2026 | 21:59 WIB
Menyoroti peristiwa erupsi Gunung Dukono di Maluku Utara berdasarkan penuturan pemandu wisata saat insiden terjadi (Facebook.com/Lexi Djangu Trekker - X.com/@infogempadunia)
Menyoroti peristiwa erupsi Gunung Dukono di Maluku Utara berdasarkan penuturan pemandu wisata saat insiden terjadi (Facebook.com/Lexi Djangu Trekker - X.com/@infogempadunia)

Djangu menjelaskan bahwa tujuan perjalanan saat itu adalah untuk mendokumentasikan aktivitas erupsi dari jarak aman, termasuk menangkap momen percikan lahar.

Baca Juga: Erupsi Gunung Dukono telan korban, 3 pendaki meninggal dan 3 lainnya masih hilang

Ia bahkan sempat melakukan pemantauan sebelumnya di kantor vulkanologi, termasuk melihat rekaman aktivitas Gunung Dukono melalui alat seismograf.

Berdasarkan data tersebut, diketahui arah bukaan kawah mengarah ke utara, sehingga jalur pendakian yang dianggap lebih aman adalah dari sisi timur.

Namun demikian, kondisi angin yang kerap berubah membuat situasi di lapangan menjadi sulit diprediksi.

Sempat curiga ada kejanggalan

Sebelum erupsi terjadi, Djangu mengaku sempat merasakan kejanggalan saat berada di area pemantauan dekat puncak.

Baca Juga: Kesaksian penjaga rumah: Teriakan minta tolong warnai kebakaran rumah anggota BPK di Jagakarsa

Ia menyebut tidak terlihat adanya asap yang biasanya keluar dari kawah Gunung Dukono, kondisi yang dinilai tidak normal.

“Ini aneh, karakter Gunung Dukono tidak seperti ini. Diduga ada sumbatan di dasar kawah dan tekanan besar sedang terkumpul,” ungkapnya.

Kecurigaan tersebut membuatnya meningkatkan kewaspadaan, meskipun saat itu situasi masih terlihat relatif tenang.

Detik-detik letusan

Erupsi terjadi sekitar pukul 07.42 WIT, ditandai dengan dentuman keras yang disusul asap hitam pekat, lontaran material vulkanik, hingga percikan lahar.

Baca Juga: ICCN dorong Padang jadi Kota Gastronomi Dunia UNESCO, perkuat ekosistem kuliner dan budaya

Djangu menyebut sempat melihat sejumlah pendaki lain berada cukup dekat dengan bibir kawah, bahkan ada yang tengah merekam menggunakan drone.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X