Melihat kondisi yang semakin berbahaya, ia bersama rombongannya segera bergerak menjauh untuk mencari lokasi yang lebih aman.
Imbauan untuk pendaki
Meski sempat merekam momen letusan, Djangu menegaskan bahwa keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap perjalanan.
Ia pun mengingatkan para pendaki untuk tidak mengambil keputusan berisiko tanpa pengamatan yang matang terhadap kondisi gunung.
Baca Juga: 32 Tim usia dini ramaikan Liga Jabar Istimewa di Subang, jadi ajang cari bibit pesepak bola
“Gunung api itu berbahaya, tetap waspada,” tegasnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa aktivitas wisata di kawasan gunung berapi memerlukan kesiapan, pengetahuan, serta kewaspadaan tinggi terhadap potensi bahaya yang bisa terjadi sewaktu-waktu.***
Artikel Terkait
Mengintip sejarah letusan puncak berapi kembar di NTT yang kembali erupsi pada Kamis, 7 November 2024: Tingginya lebih dari 1.500 mdpl!
Di sela kunker di AS, Prabowo gelar rapat via vicon respons cepat erupsi Gunung Lewotobi
Gunung Lewotobi Laki-laki erupsi dahsyat, kolom abu capai 19 ribu meter
Gunung Marapi erupsi, kolom abu capai 1.600 meter dan warga diminta jauhi radius 3 km
IFG Labuan Bajo Marathon 2025 resmi ditunda, erupsi Lewotobi jadi alasan utama
Hidup di bawah ancaman erupsi Semeru, warga Lumajang curhat ketakutan hingga usul gunung dipindahkan
Erupsi Gunung Dukono telan korban, 3 pendaki meninggal dan 3 lainnya masih hilang