Hidup di bawah ancaman erupsi Semeru, warga Lumajang curhat ketakutan hingga usul gunung dipindahkan

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Sabtu, 17 Januari 2026 | 05:37 WIB
Menyoroti video viral pengakuan warga yang resah lantaran hidup di bawah bayang erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur (Instagram.com/@undercover.id - kehutanan.go.id)
Menyoroti video viral pengakuan warga yang resah lantaran hidup di bawah bayang erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur (Instagram.com/@undercover.id - kehutanan.go.id)

GENMILENIAL.ID — Video curahan hati seorang warga yang mengaku hidup dalam bayang-bayang erupsi Gunung Semeru viral di media sosial.

Warga tersebut menyampaikan keresahannya secara spontan kepada prajurit TNI, mencerminkan ketakutan mendalam akibat ancaman bencana yang terus berulang di wilayah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Peristiwa ini mencuat setelah aktivitas Gunung Semeru kembali meningkat dan memuntahkan awan panas serta abu vulkanik pada 19 November 2025 lalu.

Sejumlah desa di sekitar zona bahaya terdampak, termasuk Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo.

Baca Juga: Mahfud MD tegaskan candaan Pandji soal Gibran ngantuk bukan penghinaan, ingatkan hukum pidana tak kenal analogi

Sosok perempuan paruh baya bernama Gimah, warga setempat, menjadi perhatian publik setelah videonya diunggah akun Instagram @undercover.id pada Kamis, 15 Januari 2026.

'Coba gunungnya dipindahkan'

Dalam video tersebut, Gimah menyampaikan kegelisahannya hidup berdampingan dengan gunung api paling aktif di Pulau Jawa itu.

Ia bahkan mengungkapkan harapan yang terdengar di luar nalar, namun lahir dari ketakutan yang nyata.

“Coba dipindahkan sama bapak itu gunungnya, ke mana gitu, biar saya aman di sini,” ucap Gimah kepada prajurit TNI.

Baca Juga: Lebih dari sebulan pascabanjir, warga Desa Pante Kera Aceh Timur bertahan di bukit dan masih terisolir

Ia menuturkan bahwa erupsi Semeru seperti siklus yang terus berulang dan menghantui warga.

“Masa empat tahun sekali harus begini terus,” keluhnya.

Usul gunung ditutup semen

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X