Rumah tersebut bahkan sudah dua kali diajukan untuk program perbaikan rumah tidak layak huni, namun belum terealisasi hingga kini.
Bantuan mulai berdatangan
Di tengah keterbatasan tersebut, bantuan dari sejumlah pihak mulai berdatangan.
Seorang dokter yang juga mantan Kadinkes Subang, dr. Maxi memberikan bantuan sembako serta dana untuk membantu biaya kontrol ke rumah sakit.
Selain itu, anggota DPR RI Fraksi Golkar, Elita Budiarti, turut memberikan bantuan dana sebesar Rp10 juta untuk pengobatan Goffi.
Baca Juga: Tumpahan CPO di Jalintim Banyuasin bikin jalan licin dan lalin tersendat
Meski demikian, keluarga berharap adanya bantuan lanjutan agar pengobatan anaknya dapat terus berjalan tanpa hambatan.
“Saya ingin Goffi sembuh dan bisa hidup normal seperti anak-anak lainnya,” harap Tia.
Kisah Goffi menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan tidak hanya soal biaya pengobatan, tetapi juga biaya penunjang seperti transportasi yang kerap menjadi kendala bagi keluarga kurang mampu.***
Artikel Terkait
Hindari wabah penyakit, Koramil 0502 Pagaden bersama masyarakat bersihkan sampah di aliran sungai Cimarakan-Sukajaya
Dijenguk dr. Maxi, Ineu Sulastri anak kelas 3 SDN Bantarsari yang menderita kista ovarium akan jalani operasi di RSHS Bandung
Bupati Subang dukung penguatan fasilitas kesehatan, target bangun rumah sakit baru di Pantura 2028
Di tengah status transisi darurat, anak-anak dusun pedalaman Aceh Utara tertawa saat terima bantuan kasur
Bocah saksi longsor Cisarua sebut 15 temannya tertimbun, KDM janji bantuan Rp10 juta per KK
Anak sulung korban kecelakaan truk kontainer di Karawang cari cincin kenangan bersama mamanya
Kemensos salurkan bantuan Rp339 juta untuk program Kampung Siaga Bencana di Subang