GENMILENIAL.ID - Pemerintah melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia menyalurkan bantuan senilai Rp339.192.600 untuk mendukung program Kampung Siaga Bencana (KSB) di Kabupaten Subang.
Bantuan tersebut diberikan untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana di wilayah tersebut.
Penyaluran bantuan dilakukan dalam kegiatan Apel Pengukuhan dan Simulasi Uji Standar Operasional Prosedur Kampung Siaga Bencana yang digelar di halaman Kantor Kecamatan Legonkulon, Kabupaten Subang, Kamis, 12 Maret 2026.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi.
Baca Juga: Sopir ekspedisi gelapkan 29,8 ton biji kopi senilai Rp2,1 miliar, Polres Subang tangkap pelaku
Bantuan untuk fasilitas KSB hingga program Tagana masuk sekolah
Bantuan dari Kementerian Sosial tersebut mencakup fasilitas pembentukan Kampung Siaga Bencana, bantuan logistik untuk lumbung sosial, serta program Tagana Masuk Sekolah yang menyasar 19 sekolah di Kecamatan Legonkulon dan Desa Mulyasari Kecamatan Pamanukan.
Plt Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Kementerian Sosial yang diwakili Ketua Pokja Kesiapsiagaan dan Mitigasi Bencana Taufik Saeful Rahman menegaskan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat sebagai langkah awal dalam penanganan bencana.
“Dalam setiap bencana, yang pertama hadir adalah masyarakat itu sendiri. Oleh karena itu, membangun kesiapsiagaan masyarakat merupakan investasi sosial yang sangat penting,” ujar Taufik Saeful Rahman.
Baca Juga: Promedia Group teken MoU dengan ICCN untuk perkuat kemandirian ekonomi kreatif di Indonesia
Ia menjelaskan pembentukan Kampung Siaga Bencana di Kabupaten Subang dilakukan berdasarkan peta risiko bencana yang telah disusun sebelumnya agar penanganan bencana dapat berjalan lebih efektif dan terarah.
Subang miliki risiko bencana tinggi
Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi mengatakan program Kampung Siaga Bencana menjadi langkah penting dalam meningkatkan kemampuan masyarakat menghadapi potensi bencana di lingkungannya.
“Program ini juga menjadi wujud nyata sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta masyarakat dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang lebih tangguh,” ujar Agus Masykur Rosyadi.
Artikel Terkait
Edukasi anak-anak korban bencana di Aceh, influencer Virdian Aurellio yakin kesadaran ekologis generasi muda mulai tumbuh
Bencana longsor di Cisarua Bandung Barat, puluhan rumah tertimbun dan 8 warga meninggal dunia
Ki Maher: Bencana tak lagi bisa diprediksi, saatnya manusia kembali menjaga alam
Banjir lumpuhkan aktivitas belajar, puluhan sekolah di Pantura terpaksa alihkan KBM ke daring
Banjir meluas di Pantura Subang, Kang Rey pilih ngantor di lokasi dan desak normalisasi sungai
Bermalam di posko banjir Pantura, Kang Rey pastikan warga terdampak banjir tak kekurangan kebutuhan
Bencana 1 malam di Majalengka: Longsor tutup jalur provinsi, 65 rumah terendam banjir di 6 kecamatan