“Sudah dilakukan komunikasi dengan UPT PPA, dan konseling berlangsung sekitar 2 sampai 3 jam. Namun hasilnya belum bisa disampaikan,” jelas Asep.
Pihak sekolah beri klarifikasi
Sementara itu, pihak sekolah membenarkan adanya kejadian tersebut. Kepala SMKN 2 Garut, Nur Fuqon, menyebut tindakan oknum guru dilakukan sebagai bentuk penegakan disiplin.
“Pemotongan rambut dilakukan karena ada laporan dari wali kelas dan masyarakat terkait siswa yang mewarnai rambut,” ungkapnya.
Baca Juga: Kematian dr. Myta disorot, Kemenkes turunkan tim investigasi dan siapkan sanksi jika terbukti lalai
“Guru merasa bertanggung jawab karena selama di sekolah, siswa menjadi tanggung jawab kami,” tegasnya.
Pihak sekolah juga mengaku telah mengambil langkah penyelesaian dengan meminta maaf kepada orang tua dan para siswi, serta berupaya memperbaiki kondisi rambut yang telah dipotong.
“Sekolah sudah meminta maaf kepada orang tua dan siswi, serta berupaya memperbaiki kondisi rambut yang telah dipotong,” tandasnya.***
Artikel Terkait
Viral pengeroyokan guru di SMK Jambi, berawal dari teguran hingga persoalan panggilan ‘Prince’
Viral pengakuan guru PAUD digaji Rp100 ribu–Rp300 ribu sebulan, ada yang mengajar hingga 16 tahun
Viral guru honorer asal Blitar ungkap gaji Januari 2026 Rp144 ribu, harap pemerintah lebih peduli
Ban motor dirantai demi bisa mengajar, viral perjuangan guru lewati jalan berlumpur di Lampung Barat
Viral curhat guru PPPK Sumedang terima gaji Rp50 ribu, dipotong BPJS tersisa Rp15 ribu
Kasus guru honorer Probolinggo diduga terima gaji dobel dihentikan, Kejati Jatim ambil alih penyidikan
Curhatan guru di Semarang saat pembagian MBG, mengaku pulang telat karena harus rapikan ompreng