Usulan Menteri PPPA usai insiden Bekasi Timur: Gerbong perempuan KRL dipindah ke tengah

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Selasa, 28 April 2026 | 20:36 WIB
Menteri PPPA Arifah Fauzi mengusulkan gerbong perempuan di KRL untuk dipindah ke tengah (Threads/evanleonardus- Instagram/arifah.fauzi)
Menteri PPPA Arifah Fauzi mengusulkan gerbong perempuan di KRL untuk dipindah ke tengah (Threads/evanleonardus- Instagram/arifah.fauzi)

Baca Juga: Viral cerita penumpang KRL saat ditabrak Argo Bromo di Bekasi, terbanting hingga terseret

Ia menyebut PT KAI akan menanggung biaya perawatan korban, sementara Kementerian PPPA fokus pada pendampingan lanjutan.

“Dari kami, Kementerian PPPA, pertama kami pendampingan bukan hanya medis, tapi pemulihan secara fisik maupun psikologis,” ucap Arifah.

“Kami lihat ada yang mengalami trauma dan ini perlu pendampingan lebih khusus,” lanjutnya.

Pendampingan ini dinilai penting, mengingat banyak korban yang tidak hanya mengalami luka fisik, tetapi juga trauma akibat kejadian tersebut.

Baca Juga: Pilu kakak cari adiknya yang hilang usai tabrakan KA Argo Bromo vs KRL di Bekasi Timur

Dorong perusahaan beri keringanan bagi korban

Arifah juga menyoroti kondisi korban yang merupakan pekerja aktif. Ia berharap perusahaan tempat para korban bekerja dapat memberikan keringanan hingga kondisi mereka benar-benar pulih.

“Ini kita upayakan bersama dan mudah-mudahan bisa dilakukan oleh beberapa perusahaan. Tadi ada salah satu perusahaan yang sudah hadir dan bertemu langsung,” ungkapnya.

“Tadi kita menyampaikan tolong agar korban sampai benar-benar pulih dan hak-hak sebagai pekerjanya dipenuhi dan begitu sehat bisa kembali kerja seperti semula,” tambahnya.

Baca Juga: Tabrakan KA Argo Bromo vs KRL di Bekasi Timur saat rush hour, gerbong perempuan jadi titik terparah

Data korban terbaru

Berdasarkan data terbaru, jumlah korban meninggal dunia dalam insiden kecelakaan ini mencapai 15 orang. Dari jumlah tersebut, 10 jenazah masih dalam proses identifikasi di RS Polri Kramat Jati.

Sementara itu, sebanyak 84 korban luka-luka dirawat di sejumlah rumah sakit terdekat, dengan sebagian di antaranya telah diperbolehkan pulang.

Peristiwa ini menjadi perhatian serius berbagai pihak, termasuk pemerintah, untuk memperbaiki sistem keselamatan transportasi publik, khususnya pada layanan KRL di wilayah Jabodetabek.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X