Dalam proses evakuasi, tim SAR tidak menghadapi kendala teknis yang berarti. Namun, kondisi gelombang laut yang semakin naik menjadi tantangan tersendiri.
Baca Juga: Investasi 60 juta dolar AS masuk Subang, tiga pabrik global dibangun di Smartpolitan
“Tidak ada permasalahan yang begitu signifikan tetapi harus lebih cepat dalam proses tersebut karena melihat gelombang yang cukup naik,” jelas Sidakarya.
Kedua korban berhasil dievakuasi satu per satu dan diterbangkan ke hellyport SGi Air Bali.
Helikopter kemudian mendarat sekitar pukul 15.15 Wita.
Korban selamat, alami luka ringan
Setelah berhasil diselamatkan, kedua WNA Rusia tersebut tidak mengalami luka serius.
Baca Juga: 2 Kapal kargo MSC di Selat Hormuz digeruduk pasukan bertopeng, AS sebut aksi perompakan
Namun, Sergei Starostin dilaporkan mengalami luka ringan pada bagian kaki dan siku kiri.
Keduanya menolak untuk menjalani pemeriksaan lanjutan di rumah sakit dan hanya mendapatkan penanganan dari tim medis Klinik Nusa Medika berupa perawatan luka ringan.
Sementara itu, dalam video yang diunggah oleh Kantor SAR Denpasar, terlihat momen dramatis saat korban ditarik menggunakan tali bersama petugas menuju helikopter.
Evakuasi ini menjadi sorotan karena dilakukan di lokasi ekstrem dengan waktu yang terbatas akibat kondisi alam yang terus berubah.***
Artikel Terkait
Cerita tim SAR menginap di tebing curam Rinjani demi evakuasi Juliana Marins
Evakuasi Ponpes Al Khoziny: 66 santri diduga terjebak, Tim SAR lawan medan sempit dan ancaman gempa susulan
Tim SAR gunakan alat berat, 10 korban meninggal dunia dalam reruntuhan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo
Ayah-anak hilang di Lembah Tengkorak Bandung, Tim SAR belum temukan tanda keberadaan korban
Longsor Majenang: Total 18 korban tewas, SAR fokus cari 5 korban di hari terakhir operasi
Tim SAR temukan satu jenazah diduga korban karamnya kapal wisata keluarga pelatih Valencia di Labuan Bajo
70 Personel Tim SAR dan relawan diturunkan, pencarian pendaki hilang di Gunung Slamet diperpanjang dua hari