Klarifikasi Kepala BGN soal 19.000 sapi untuk MBG, disebut hanya pengandaian

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Jumat, 24 April 2026 | 15:15 WIB
Kepala BGN Dadan Hindayana klarifikasi tentang 19.000 ekor sapi per hari untuk MBG (BGN)
Kepala BGN Dadan Hindayana klarifikasi tentang 19.000 ekor sapi per hari untuk MBG (BGN)

Ia mencontohkan saat peringatan ulang tahun Presiden Prabowo Subianto pada 17 Oktober lalu, ketika menu nasi goreng dan telur disajikan kepada sekitar 36 juta penerima manfaat.

Baca Juga: Puluhan siswa SD di Jeneponto dilarikan ke puskesmas usai santap MBG, diduga ikan tak layak konsumsi

“Hari itu butuh 36 juta butir telur atau sekitar 2.200 ton, dampaknya harga telur sempat naik Rp3.000,” ujarnya.

Karena itu, menu MBG disesuaikan dengan potensi sumber daya lokal dan kebiasaan masyarakat di masing-masing daerah.

“Kalau kita perintahkan menu nasional, pasti tekanannya tinggi, pasti harga naik,” paparnya.

Pernyataan awal dan respons publik

Pernyataan soal kebutuhan 19.000 sapi sebelumnya disampaikan Dadan dalam sidang kabinet paripurna pada 15 Desember 2025. Saat itu, ia menyebut terdapat sekitar 19.000 dapur SPPG yang beroperasi.

Baca Juga: Eksekusi lahan di Cibubur ricuh, warga protes dugaan kejanggalan sertifikat tanah

Pernyataan tersebut kemudian menjadi sorotan, terutama di kalangan penerima manfaat MBG yang menilai menu daging sapi jarang disajikan.

Sejumlah menu berbahan daging juga sempat viral, mulai dari protes orang tua siswa di Karawang yang hanya menerima potongan daging tipis, hingga keluhan daging alot di Lampung Barat.

Selain itu, menu rendang di Nabire saat kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka juga sempat mencuri perhatian karena dinilai berbeda dari menu harian yang biasanya berupa telur, ayam, atau ikan.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X