Pasukan naiki kapal dengan tangga
Dalam video yang beredar, terlihat pasukan bertopeng mendekati kapal kargo menggunakan perahu kecil berkecepatan tinggi.
Baca Juga: Syekh Ahmad Al Misry bantah tudingan pelecehan dan isu kabur ke Mesir, tantang bukti video
Mereka kemudian menaiki lambung kapal dengan menggunakan tangga, sebelum akhirnya masuk ke bagian dalam kapal.
Aksi serupa juga terlihat dilakukan terhadap kapal lainnya dalam insiden tersebut.
Dua kapal kargo tersebut diketahui berbendera Panama dan Liberia. Keduanya diduga disita karena beroperasi tanpa izin serta melakukan manipulasi sistem navigasi.
AS sebut sebagai aksi perompakan
Di tengah klaim dari pihak Iran, pemerintah Amerika Serikat justru menilai tindakan tersebut sebagai bentuk perompakan di perairan internasional.
Baca Juga: Polres Subang sita ratusan botol miras ilegal dalam patroli malam
Gedung Putih melalui juru bicaranya, Karoline Leavitt, menyebut bahwa kapal yang disita bukan milik Amerika Serikat maupun Israel, melainkan kapal internasional.
“Ini bukan kapal AS atau Israel, melainkan kapal internasional,” ujarnya dikutip dari laporan NY Post.
Ia juga menegaskan bahwa tindakan yang dilakukan pasukan yang disebut sebagai Garda Revolusi Iran itu merupakan aksi perampokan.
Sementara itu, otoritas maritim Inggris dilaporkan menyebut adanya kerusakan pada kapal akibat tembakan dan lemparan granat dari kapal cepat.
Baca Juga: Ketua KONI Subang harus bersinergi dengan pemda, Elita Budiati soroti momentum Musorkablub 2026
Insiden ini pun memicu perdebatan di kalangan publik internasional, apakah tindakan tersebut merupakan penegakan hukum maritim oleh Iran atau justru bagian dari dinamika konflik geopolitik yang lebih luas.
Artikel Terkait
Konflik Israel-Iran memanas, Mahfud MD minta RI kembali tegas ke politik bebas-aktif
Kapabilitas rudal Iran dan ancaman nuklir, ini analisis peneliti UI Yanuardi Syukur
Mojtaba Khamenei jadi pemimpin Iran, peneliti UI Yanuardi Syukur prediksi konflik Timur Tengah memanas
China dan Rusia dalam perang Iran 2026: Dukungan terukur tanpa keterlibatan militer
Negara teluk ‘diam’ hadapi Iran, peneliti UI ungkap strategi bertahan di tengah ancaman
Pakistan jadi penengah perang Iran-AS, pengamat UI soroti risiko gagal dan tekanan internal
Selat Hormuz kembali ditutup Iran, AS dituding langgar kesepakatan