Namun, Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM memberikan pandangan berbeda terkait bentuk hukuman yang sebaiknya diberikan.
“Tapi saya memberikan saran anak itu tidak skorsing selama 19 hari. Tapi diberikan hukuman membersihkan halaman sekolah, menyapu setiap hari dan membersihkan toilet,” terangnya.
Baca Juga: Kebakaran rumah di Tanjung Duren Jakbar tewaskan 5 orang sekeluarga, diduga terjebak asap saat tidur
Menurutnya, hukuman yang bersifat edukatif akan lebih efektif dalam membentuk karakter siswa dibandingkan sekadar skorsing.
“Ini yang saya sarankan, waktunya bisa 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan tergantung perkembangan anak itu sendiri. Prinsip dasar setiap hukuman yang diberikan harus memberikan manfaat dalam pembentukan karakter,” pungkasnya.
Hingga saat ini, pihak SMAN 1 Purwakarta belum memberikan pernyataan resmi terkait viralnya video tersebut.***
Artikel Terkait
Bupati Purwakarta resmi berlakukan jam malam pelajar, tegaskan beda dengan pendidikan barak militer
Polres Subang hentikan aktivitas crusher stone PT A.B. di Kasomalang, Dedi Mulyadi turun langsung ke lokasi
Pedas, Dedi Mulyadi tegur pejabat Subang soal kinerja dan minim aksi lapangan
Dedi Mulyadi sentil Disparpora, Satpol PP dan Disnakertrans Subang, soroti kinerja tak maksimal
Diduga tolak ‘jatah’ Rp100 ribu, tuan rumah hajatan di Purwakarta tewas dikeroyok
Disnakertrans Subang klarifikasi data ke BYD dan VinFast usai disentil Dedi Mulyadi
Jabar 2027 dikejar tuntas: Kang Dedi Mulyadi targetkan tak ada anak putus sekolah dan warga tanpa akses kesehatan