“Aku dan kedua anakku ketakutan berdiam di kamar, yang besar sambil menangis ketakutan,” tuturnya.
Baca Juga: 522 Siswa berebut 37 kursi Paskibraka Subang 2026, Wabup tekankan seleksi ketat dan nasionalisme
Tak hanya angin, air hujan juga mulai masuk ke dalam rumah hingga menggenangi bagian dapur.
“Keadaan sudah banjir dan menggenang ke dapur. Setelah angin dan hujan cukup mereda, baru kita berani keluar kamar,” lanjutnya.
Ia menyebut air yang masuk mencapai beberapa ember yang harus segera dibuang.
Sejumlah wilayah terdampak
Pasca kejadian, warga terlihat bergotong royong membersihkan pohon tumbang dan puing-puing yang berserakan.
Baca Juga: Sekolah di Subang ini lawan sampah dari hulu, bank sampah dan maggot jadi andalan
Berdasarkan data BPBD Jawa Barat, sejumlah wilayah terdampak cuaca ekstrem ini, di antaranya Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Bekasi, serta Kabupaten Bandung.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi secara tiba-tiba dan berdampak besar bagi masyarakat.***
Artikel Terkait
Polisi bongkar pabrik narkoba di Cikarang, jaringan tembakau sintetis senilai Rp21 miliar edarkan barang via Instagram
Hujan deras, kawasan huntara Palembayan Agam yang baru diresmikan kebanjiran
Hujan deras picu banjir dan longsor susulan di Purbalingga, jalan warga berubah seperti sungai
Dibayangi trauma, warga Aceh Tamiang masih lari ke masjid saat hujan turun
Gondola terombang-ambing diterjang hujan dan angin kencang, satu petugas pembersih kaca apartemen di Surabaya meninggal dunia
Diduga microsleep, mobil nyungsep tabrak pekarangan rumah di Cikarang Utara
Arus balik Cipali melandai di tengah hujan, pengendara diminta batasi kecepatan dan maksimalkan istirahat