Tinggal di tenda pengungsian membuat warga harus menghadapi berbagai keterbatasan, termasuk saat menerima tamu.
“Ada rasa sedih, ada rasa senang. Sedihnya kayak gini, rumahnya tenda-tenda begini kalau ada teman-teman yang mau dateng, nggak bisa duduk,” tuturnya.
Ia juga mengungkapkan kebingungan ketika harus kembali pulang, karena rumah yang dulu ditempati sudah tidak ada.
Baca Juga: Diduga ikuti Google Maps, puluhan pemudik di Sleman nyasar ke sawah saat cari tol
“Kalau misal kita mau pulang, pulang ke mana?” ucapnya.
Pemulihan pascabencana masih berlangsung
Di sisi lain, proses pemulihan pascabencana di Aceh Tamiang terus berjalan.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya sempat meninjau langsung kondisi wilayah terdampak pada Sabtu 21 Maret 2026.
Saat itu, ia menyebut penanganan dampak bencana telah hampir mencapai 100 persen.
“Alhamdulillah, di tenda sudah tidak ada lagi, sudah 100 persen keluar. Semua sudah masuk ke hunian-hunian sementara maupun tetap,” ujarnya.
Baca Juga: Normalisasi one way di Tol Cipali dimulai, lalu lintas bertahap kembali dua arah
“Listrik juga hampir semuanya sudah jalan, hanya tersisa lima desa di seluruh Aceh yang memang medannya sulit. Bantuan semua sudah turun ke rakyat,” lanjutnya.
Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mempercepat pembangunan hunian sementara.
Dari total 4.189 unit yang direncanakan, sebanyak 2.418 unit huntara telah dalam proses penyelesaian.
Meski demikian, realita di lapangan menunjukkan masih ada warga yang bertahan di tenda dan berharap segera mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak.***
Artikel Terkait
Sempat viral di medsos, cerita warga Aceh Tamiang bertahan di SPBU saat banjir bandang: Enam hari tanpa makan
Meski terendam lumpur dan berbau, warga Aceh Tamiang pilah gabah pascabanjir untuk bertahan hidup
Dibayangi trauma, warga Aceh Tamiang masih lari ke masjid saat hujan turun
Ramadan 2026 di tenda pengungsian Aceh Tamiang, ibu ini ingin ajarkan anak puasa di tengah panas dan keterbatasan
Ramadan di tengah pemulihan banjir, warga Aceh Tamiang harap dukungan pangan
3 Bulan pascabanjir Aceh Tamiang, warga Desa Sulum bertahan dengan air sungai keruh untuk mandi dan masak
Beras nenek pengungsi di Aceh Tamiang hilang dicuri, warganet: Tak punya hati