Viral menu MBG rapel 4 hari di pakem Sleman, warganet soroti harga ayam dan roti

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Senin, 16 Maret 2026 | 17:52 WIB
Menu MBG rapel 4 hari di Pakem, Sleman yang menuai sorotan warganet (Instagram/merapi_uncover - sppg.harjobinangun.pakem03)
Menu MBG rapel 4 hari di Pakem, Sleman yang menuai sorotan warganet (Instagram/merapi_uncover - sppg.harjobinangun.pakem03)

Warganet soroti laporan harga menu

Selain soal porsi, perhatian warganet juga tertuju pada rincian harga bahan makanan yang dicantumkan oleh pihak SPPG.

Baca Juga: China dan Rusia dalam perang Iran 2026: Dukungan terukur tanpa keterlibatan militer

Dalam laporan tersebut disebutkan harga ayam goreng mencapai Rp16.000 untuk porsi kecil dan Rp18.000 untuk porsi besar. Sementara harga roti dilaporkan sebesar Rp10.000.

Sejumlah warganet kemudian membandingkan harga tersebut dengan harga makanan di pasaran.

“Sebenarnya baru komen lumayan itu ada ayamnya, tapi ternyata rapelan buat 4 hari,” tulis akun @ozz*******r.

“Ayam Rp18.000 beli geprek dapet ayam+nasi+sambel itu pun yang punya geprekan udah untung. Jeruk Rp7.000 mungkin udah dapet seperempat atau setengah kilo, tempe Rp4.500 udah dapet satu ukuran sebata,” tulis akun @pen******s.

Baca Juga: Arus lalu lintas Tol Cipali arah Cirebon terpantau melandai pada Senin siang

Komentar lain juga menyoroti sistem rapel yang diterapkan dalam program tersebut.

“4 hari loh itu, harusnya kalau satu hari Rp10.000 berarti 4 hari ya Rp40.000, wajar nggak kayak gitu?” tulis akun @anr****_.

Ada pula yang mempertanyakan rincian harga makanan yang dianggap lebih mahal dibandingkan harga menu di warung makan.

“Roti segitu Rp10.000, ayam Rp16.000? Beli penyetan udah sama nasi lalap dan sambel itu,” tulis akun @rar*****t.

Hingga kini, pihak SPPG Harjobinangun 3 belum memberikan tanggapan terkait viralnya unggahan menu MBG yang dibagikan untuk empat hari tersebut.***

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X