GENMILENIAL.ID – Media sosial dihebohkan dengan beredarnya video yang memperlihatkan dugaan tindakan perpeloncoan terhadap pekerja migran Indonesia (PMI) di Jepang.
Video tersebut memicu kecaman warganet karena dinilai sarat tekanan dan praktik senioritas berlebihan.
Dalam unggahan akun TikTok @panbobolidos, terlihat sejumlah junior yang baru tiba diminta memakan natto, kedelai fermentasi khas Jepang, di bawah pengawasan para senior.
Suasana dalam video tampak tegang, disertai teriakan seperti “telan!” dan “habiskan!” yang terdengar jelas.
Baca Juga: Ceramah Cak Nun tahun 2012 soal perang Israel vs Iran kembali viral, singgung AS hingga Arab Saudi
Para junior tersebut terlihat duduk berbaris tanpa mengenakan baju, hanya memakai celana hitam. Mereka juga tampak berkepala plontos dan dikelilingi senior yang berdiri mengawasi dari jarak dekat.
Tak lama setelah viral, unggahan tersebut dihapus oleh pemilik akun. Namun, potongan videonya telah terlanjur menyebar luas dan menuai sorotan tajam publik.
Tuai kecaman warganet
Warganet mengecam keras dugaan perpeloncoan tersebut. Praktik senioritas yang berujung pada tekanan fisik maupun verbal dinilai sudah tidak relevan dan berpotensi melanggar hak asasi.
Perpeloncoan sendiri identik dengan tindakan yang merendahkan atau memberi tekanan kepada pihak yang lebih junior.
Baca Juga: Curhat WNI asal Gresik di Jerman, Evan Haydar cemas negaranya ikut pusaran perang Israel vs Iran
Di berbagai sektor pendidikan, praktik semacam itu telah dilarang dan bertransformasi menjadi bentuk orientasi yang lebih edukatif seperti Masa Orientasi Siswa (MOS) atau Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (Ospek).
Kasus ini pun memicu diskusi tentang pentingnya pengawasan terhadap proses adaptasi PMI di luar negeri, terutama agar tidak ada praktik yang menjurus pada perundungan.
Senior sampaikan klarifikasi dan permintaan maaf
Artikel Terkait
Fokus tangani TPPO, AKBP Sumarni perintahkan jajaranya untuk cek agen perusahaan penyalur PMI
Cegah kasus TPPO, AKBP Sumarni minta pihak perusahaan agar miliki data PMI yang habis kontrak
Presiden Prabowo sediakan 'karpet merah' untuk PMI, Nurlia: Akhirnya bisa punya rumah di kampung
Pemerintah luncurkan 20.000 rumah subsidi untuk pekerja migran, Subang jadi lokasi perdana
Pemkab Subang dukung penuh program rumah bersubsidi untuk pekerja migran
Menteri Karding klarifikasi pernyataannya soal kerja ke luar negeri: Tugas saya lindungi dan tempatkan pekerja migran
Cak Imin: Kamboja bukan tempat aman untuk pekerja migran Indonesia