Viral dugaan perpeloncoan PMI di Jepang, junior diminta makan natto di bawah tekanan senior

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Selasa, 3 Maret 2026 | 13:04 WIB
Menyoroti insiden viral tindakan ospek terhadap pekerja imigran Indonesia (PMI) di Jepang hingga seniornya minta maaf di medsos (TikTok.com/@panbobolidos)
Menyoroti insiden viral tindakan ospek terhadap pekerja imigran Indonesia (PMI) di Jepang hingga seniornya minta maaf di medsos (TikTok.com/@panbobolidos)

GENMILENIAL.ID – Media sosial dihebohkan dengan beredarnya video yang memperlihatkan dugaan tindakan perpeloncoan terhadap pekerja migran Indonesia (PMI) di Jepang.

Video tersebut memicu kecaman warganet karena dinilai sarat tekanan dan praktik senioritas berlebihan.

Dalam unggahan akun TikTok @panbobolidos, terlihat sejumlah junior yang baru tiba diminta memakan natto, kedelai fermentasi khas Jepang, di bawah pengawasan para senior.

Suasana dalam video tampak tegang, disertai teriakan seperti “telan!” dan “habiskan!” yang terdengar jelas.

Baca Juga: Ceramah Cak Nun tahun 2012 soal perang Israel vs Iran kembali viral, singgung AS hingga Arab Saudi

Para junior tersebut terlihat duduk berbaris tanpa mengenakan baju, hanya memakai celana hitam. Mereka juga tampak berkepala plontos dan dikelilingi senior yang berdiri mengawasi dari jarak dekat.

Tak lama setelah viral, unggahan tersebut dihapus oleh pemilik akun. Namun, potongan videonya telah terlanjur menyebar luas dan menuai sorotan tajam publik.

Tuai kecaman warganet

Warganet mengecam keras dugaan perpeloncoan tersebut. Praktik senioritas yang berujung pada tekanan fisik maupun verbal dinilai sudah tidak relevan dan berpotensi melanggar hak asasi.

Perpeloncoan sendiri identik dengan tindakan yang merendahkan atau memberi tekanan kepada pihak yang lebih junior.

Baca Juga: Curhat WNI asal Gresik di Jerman, Evan Haydar cemas negaranya ikut pusaran perang Israel vs Iran

Di berbagai sektor pendidikan, praktik semacam itu telah dilarang dan bertransformasi menjadi bentuk orientasi yang lebih edukatif seperti Masa Orientasi Siswa (MOS) atau Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (Ospek).

Kasus ini pun memicu diskusi tentang pentingnya pengawasan terhadap proses adaptasi PMI di luar negeri, terutama agar tidak ada praktik yang menjurus pada perundungan.

Senior sampaikan klarifikasi dan permintaan maaf

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X