Secara terpisah, seorang pria yang mengaku sebagai pengunggah video sekaligus salah satu senior memberikan klarifikasi melalui akun TikTok yang sama pada Selasa, 3 Maret 2026.
“Saya atas nama akun yang sudah mengupload video yang lagi viral,” ungkap pria tersebut.
Baca Juga: Terjebak di Dubai, selebgram Tresnany Moonlight ngaku dengar 137 roket Iran terdeteksi di langit UEA
“Hari ini saya akan mengklarifikasi tentang video anak-anak yang lagi viral makan natto. Saya dan senpai yang lain tidak bermaksud untuk membully atau menyakiti,” tambahnya.
Ia menjelaskan bahwa tujuan kegiatan tersebut adalah agar para junior terbiasa dengan pola makan saat bekerja di kapal Jepang.
“Tujuan kami biar adik-adik kami yang baru datang bisa membiasakan diri untuk makan makanan yang ada di kapal Jepang, karena di kapal biasanya makan seadanya,” bebernya.
“Seperti natto, sashimi, telur mentah. Yang kerja di kapal pasti ada yang paham juga,” sambungnya.
Baca Juga: Viral korsleting listrik di Bantul, bunga api sempat picu kepanikan warga
Pihak senior juga mengaku telah menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada para junior yang terlibat.
“Saya bersama senpai yang lain sudah minta maaf juga,” tandasnya.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari KBRI Tokyo terkait insiden tersebut.
Sejumlah pihak berharap ada pengawasan lebih ketat agar proses orientasi PMI di luar negeri tidak menimbulkan tekanan berlebihan di kemudian hari.***
Artikel Terkait
Fokus tangani TPPO, AKBP Sumarni perintahkan jajaranya untuk cek agen perusahaan penyalur PMI
Cegah kasus TPPO, AKBP Sumarni minta pihak perusahaan agar miliki data PMI yang habis kontrak
Presiden Prabowo sediakan 'karpet merah' untuk PMI, Nurlia: Akhirnya bisa punya rumah di kampung
Pemerintah luncurkan 20.000 rumah subsidi untuk pekerja migran, Subang jadi lokasi perdana
Pemkab Subang dukung penuh program rumah bersubsidi untuk pekerja migran
Menteri Karding klarifikasi pernyataannya soal kerja ke luar negeri: Tugas saya lindungi dan tempatkan pekerja migran
Cak Imin: Kamboja bukan tempat aman untuk pekerja migran Indonesia