Viral dugaan perpeloncoan PMI di Jepang, junior diminta makan natto di bawah tekanan senior

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Selasa, 3 Maret 2026 | 13:04 WIB
Menyoroti insiden viral tindakan ospek terhadap pekerja imigran Indonesia (PMI) di Jepang hingga seniornya minta maaf di medsos (TikTok.com/@panbobolidos)
Menyoroti insiden viral tindakan ospek terhadap pekerja imigran Indonesia (PMI) di Jepang hingga seniornya minta maaf di medsos (TikTok.com/@panbobolidos)

Secara terpisah, seorang pria yang mengaku sebagai pengunggah video sekaligus salah satu senior memberikan klarifikasi melalui akun TikTok yang sama pada Selasa, 3 Maret 2026.

“Saya atas nama akun yang sudah mengupload video yang lagi viral,” ungkap pria tersebut.

Baca Juga: Terjebak di Dubai, selebgram Tresnany Moonlight ngaku dengar 137 roket Iran terdeteksi di langit UEA

“Hari ini saya akan mengklarifikasi tentang video anak-anak yang lagi viral makan natto. Saya dan senpai yang lain tidak bermaksud untuk membully atau menyakiti,” tambahnya.

Ia menjelaskan bahwa tujuan kegiatan tersebut adalah agar para junior terbiasa dengan pola makan saat bekerja di kapal Jepang.

“Tujuan kami biar adik-adik kami yang baru datang bisa membiasakan diri untuk makan makanan yang ada di kapal Jepang, karena di kapal biasanya makan seadanya,” bebernya.

“Seperti natto, sashimi, telur mentah. Yang kerja di kapal pasti ada yang paham juga,” sambungnya.

Baca Juga: Viral korsleting listrik di Bantul, bunga api sempat picu kepanikan warga

Pihak senior juga mengaku telah menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada para junior yang terlibat.

“Saya bersama senpai yang lain sudah minta maaf juga,” tandasnya.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari KBRI Tokyo terkait insiden tersebut.

Sejumlah pihak berharap ada pengawasan lebih ketat agar proses orientasi PMI di luar negeri tidak menimbulkan tekanan berlebihan di kemudian hari.***

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X