Sejumlah maskapai batalkan penerbangan
Berdasarkan penelusuran, sejumlah maskapai mengumumkan pembatalan penerbangan dengan rute tujuan Dubai, Doha, Oman, Jeddah, Madinah, Beirut, dan Abu Dhabi.
Maskapai yang dikabarkan membatalkan penerbangan ke kawasan tersebut di antaranya Malaysia Airlines, Air France, Lufthansa, Singapore Airlines, hingga Emirates.
Hingga Minggu, 1 Maret 2026 pukul 13.00 WIB, pembatalan penerbangan itu berujung pada imbauan kepada calon penumpang agar tidak menuju bandara sampai situasi dinyatakan aman.
Konflik memanas di Timur Tengah
Situasi ini dipicu oleh serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran. Laporan media internasional menyebut serangan tersebut diklaim untuk menghilangkan ancaman dari rezim Iran.
Di sisi lain, Iran menyebut serangan itu sebagai pelanggaran kedaulatan dan berjanji akan melakukan pembalasan.
Baca Juga: Warga Aceh di tenda pengungsian hanya ambil satu kotak nasi, viral karena sikap peduli sesama
Tak lama berselang, Iran dilaporkan melancarkan serangan balasan yang menyasar sejumlah pangkalan militer AS di wilayah Timur Tengah.
Rentetan ledakan juga dilaporkan mengguncang sejumlah negara Teluk Arab yang menjadi lokasi pangkalan militer AS, mulai dari Bahrain, Uni Emirat Arab, Qatar hingga Kuwait, Sabtu, 28 Februari 2026 waktu setempat.
Hingga kini, situasi keamanan regional masih berkembang dan berdampak pada aktivitas penerbangan internasional di kawasan tersebut.***
Artikel Terkait
Iran bantah rencana negosiasi nuklir dengan AS, Menlu Araghchi sebut Washington penuh kontradiksi
WNI ceritakan momen mencekam saat perang Iran-Israel: Setiap malam ada serangan
Setelah Iran-Israel, Trump incar Afrika: Klaim tengah damai Kongo-Rwanda lewat mediasi AS
AS surati Dewan Keamanan PBB: Serangan ke fasilitas nuklir Iran disebut upaya cegah kepemilikan senjata nuklir
Perang Israel-Iran sempat ganggu penerbangan haji, Menag: Sekarang sudah mulai lancar
Konflik Iran-Israel dan dinamika baru Timur Tengah: Perspektif Yanuardi Syukur, peneliti UI
Iran, obor sains Islam yang terus menyala: Perspektif Yanuardi Syukur soal kejayaan intelektual negeri para Mullah