“Itu emak-emak banyak yang komplain, pengelolanya nggak ada. Kita didiemin mulu nih kalau komplain. Nggak bener ini soalnya tiap hari,” lanjutnya.
Baca Juga: Viral Feri Fatimah 2 karam di Sungai Mahakam Kutai Kartanegara, truk dan pick up ikut tenggelam
Situasi tersebut memicu perbincangan luas di media sosial, terutama terkait transparansi dan respons pengelola program terhadap keluhan masyarakat.
Keluhan juga datang dari sekolah
Tak hanya orang tua siswa, sejumlah pihak sekolah juga turut mengunggah kondisi menu MBG yang diterima.
Beberapa guru membagikan video berisi paket makanan seperti roti, susu, kacang, hingga buah.
Bahkan, beredar informasi bahwa ada sekolah yang menolak distribusi makanan karena menemukan roti dalam kondisi berjamur sebelum dibagikan kepada siswa.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak SPPG Bekasi Barat terkait keluhan yang disampaikan orang tua siswa maupun unggahan viral di media sosial.
Polemik menu MBG selama Ramadan ini pun memantik diskusi publik mengenai standar kualitas, pengawasan distribusi, serta mekanisme evaluasi program yang menyasar pemenuhan gizi anak sekolah tersebut.***
Artikel Terkait
Ratusan miliar untuk seragam hingga alat makan MBG, ICW soroti tata kelola Badan Gizi Nasional
ICW soroti pengadaan MBG, pembelian sendok bebek 2025 disebut habiskan Rp4 miliar
Viral keluhan guru honorer soal gaji, bandingkan penghasilan dengan sopir MBG: Miris hati saya
Kepala Bappenas sebut MBG lebih mendesak dari lapangan kerja, singgung warga pelosok yang kelaparan
Kronologi lengkap keracunan massal di SMAN 2 Kudus, 118 siswa alami mual hingga diare usai santap MBG
Viral siswa SD di Parigi Moutong seberangi sungai tanpa jembatan, pilih akses aman dibanding MBG
Menu MBG Ramadan disorot, dibagikan rapel 2–3 hari dan dinilai tak sesuai anggaran Rp15 ribu per porsi