Viral video dan dugaan penganiayaan
Kasus ini mencuat setelah beredar video yang memperlihatkan NS terbaring lemah di rumah sakit.
Baca Juga: Diduga mabuk, sopir bus PO Harapan Jaya ugal-ugalan di Jombang hingga diamankan polisi
Dalam video tersebut, korban menyebut kata 'Mamah' saat ditanya siapa yang melakukan kekerasan terhadap dirinya. Rekaman itu viral dan memicu keprihatinan luas.
Anwar memastikan bahwa dugaan penganiayaan yang menyeret istrinya akan diselesaikan melalui jalur hukum.
Ia berharap proses hukum berjalan tuntas jika memang terbukti ada tindak pidana.
“Harapan saya kalau memang ini terbukti, selesai dengan hukum. Biar jadi efek jera untuk seluruh umat karena kita harus ingat negara kita ini negara hukum,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa setiap perbuatan harus dipertanggungjawabkan secara hukum dan tidak boleh ada tindakan sewenang-wenang.
Laporan lama dan hasil autopsi
Anwar juga mengungkap bahwa dugaan penganiayaan terhadap NS pernah terjadi sebelumnya dan sempat dilaporkan ke kepolisian setahun lalu.
Namun, laporan tersebut tidak berlanjut setelah istrinya memohon maaf dan membuat surat pernyataan.
“Dibikinkan surat pernyataan dan video pernyataan, dan sebetulnya laporan tersebut belum dicabut,” ujarnya.
Baca Juga: Menteri KKP kunjungi Subang, percepat Revitalisasi Tambak Pantura dan dorong ekonomi biru
Sementara itu, hasil autopsi sementara menunjukkan adanya luka bakar di beberapa bagian tubuh korban serta pembengkakan pada jantung dan paru-paru.
Artikel Terkait
Bukan penculikan, polisi ungkap dugaan pelecehan anak di simpang empat Giwangan Yogyakarta
Ramadan 2026 di tenda pengungsian Aceh Tamiang, ibu ini ingin ajarkan anak puasa di tengah panas dan keterbatasan
Cinta Laura temui korban banjir bandang di Aceh, puji keteguhan anak-anak yang belajar di tenda tanpa listrik
Anak SD di Tolikara Papua harus tunggu pesawat melintas demi berangkat sekolah, videonya jadi sorotan
Ibu bunuh anak 6 tahun di Subang, emosi usai cekcok dengan suami jadi motif sementara
Kasus ibu bunuh anak di Subang, Kasat Reskrim tegaskan tak ada unsur KDRT
Kronologi dan hasil autopsi NS, bocah 12 tahun di Sukabumi diduga korban penganiayaan ibu tiri