Cita-cita jadi kiai kandas, ayah NS ungkap pesan terakhir sebelum bocah 12 tahun di Sukabumi meninggal

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Sabtu, 21 Februari 2026 | 17:23 WIB
Ayah kandung NS, anak 12 tahun yang meninggal diduga karena dianiaya ibu tiri, bercita-cita ingin menjadi seorang kiai (Instagram/abubhakirkeita)
Ayah kandung NS, anak 12 tahun yang meninggal diduga karena dianiaya ibu tiri, bercita-cita ingin menjadi seorang kiai (Instagram/abubhakirkeita)

Viral video dan dugaan penganiayaan

Kasus ini mencuat setelah beredar video yang memperlihatkan NS terbaring lemah di rumah sakit.

Baca Juga: Diduga mabuk, sopir bus PO Harapan Jaya ugal-ugalan di Jombang hingga diamankan polisi

Dalam video tersebut, korban menyebut kata 'Mamah' saat ditanya siapa yang melakukan kekerasan terhadap dirinya. Rekaman itu viral dan memicu keprihatinan luas.

Anwar memastikan bahwa dugaan penganiayaan yang menyeret istrinya akan diselesaikan melalui jalur hukum.

Ia berharap proses hukum berjalan tuntas jika memang terbukti ada tindak pidana.

“Harapan saya kalau memang ini terbukti, selesai dengan hukum. Biar jadi efek jera untuk seluruh umat karena kita harus ingat negara kita ini negara hukum,” tegasnya.

Baca Juga: Motor korban kecelakaan di Jalan Jogja-Solo raib dibawa ‘penolong’, viral di medsos dan diselidiki polisi

Ia menambahkan bahwa setiap perbuatan harus dipertanggungjawabkan secara hukum dan tidak boleh ada tindakan sewenang-wenang.

Laporan lama dan hasil autopsi

Anwar juga mengungkap bahwa dugaan penganiayaan terhadap NS pernah terjadi sebelumnya dan sempat dilaporkan ke kepolisian setahun lalu.

Namun, laporan tersebut tidak berlanjut setelah istrinya memohon maaf dan membuat surat pernyataan.

“Dibikinkan surat pernyataan dan video pernyataan, dan sebetulnya laporan tersebut belum dicabut,” ujarnya.

Baca Juga: Menteri KKP kunjungi Subang, percepat Revitalisasi Tambak Pantura dan dorong ekonomi biru

Sementara itu, hasil autopsi sementara menunjukkan adanya luka bakar di beberapa bagian tubuh korban serta pembengkakan pada jantung dan paru-paru.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X