GENMILENIAL.ID - Warga Kabupaten Pidie Jaya, Aceh kembali menghadapi banjir susulan yang disertai lumpur, tepat saat umat Muslim bersiap menjalankan tarawih pertama bulan Ramadan pada Rabu malam, 18 Februari 2026.
Banjir susulan ini terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah sejak siang hingga sore hari, menyebabkan aliran air deras memenuhi jalanan hingga masuk ke rumah-rumah warga.
Warga membagikan momen banjir di media sosial, memperlihatkan kondisi kampung yang masih minim penerangan.
“Banjir susulan malam tarawih pertama di Kampung Dayah Usen, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya,” tulis akun Instagram @riza_safitri24 pada Rabu malam, 18 Februari 2026.
Jalan berubah jadi aliran air
Video yang diunggah menunjukkan jalanan sudah penuh aliran air.
“Info terkini, malam ini. Ini kondisi jalan, Ya Allah malam puasa pun begini kami,” ujar perekam video.
Tak hanya jalan, air bercampur lumpur juga sudah menggenangi rumah warga hingga setinggi selutut orang dewasa.
Baca Juga: BP4D Subang matangkan Pra Musrenbang RKPD 2027, target jalan kabupaten 100 persen mulus
“Ini air juga dengan lumpur dan sudah selutut ini. Nah, ini rumah warga juga sudah kemasukan air,” ujar perekam video lain dari akun @sidaqsolidarity.
Sejumlah warga terlihat duduk di depan rumah yang sudah tergenang, beberapa bahkan telah mengungsi sejak Maghrib karena khawatir air naik lebih tinggi.
“Tarawih pertama disambut dengan naiknya air kembali di Meureudu, Pidie Jaya. Air selutut lebih terus mengalir ke arah sungai,” tulisnya.
Menuai keprihatinan warganet
Artikel Terkait
Meski terendam lumpur dan berbau, warga Aceh Tamiang pilah gabah pascabanjir untuk bertahan hidup
Gelondongan kayu bekas banjir terbakar di Aceh Utara saat dini hari, warga berhamburan ke lokasi
Jembatan apung di Sawang Aceh Utara hampir rampung, warga tak perlu bayar Rp20 ribu naik getek lagi
Relawan di Aceh Utara haru dapat sekantong jeruk nipis dari warga Geudumbak yang masih mengungsi
Dibayangi trauma, warga Aceh Tamiang masih lari ke masjid saat hujan turun
Ramadan 2026 di tenda pengungsian Aceh Tamiang, ibu ini ingin ajarkan anak puasa di tengah panas dan keterbatasan
Cinta Laura temui korban banjir bandang di Aceh, puji keteguhan anak-anak yang belajar di tenda tanpa listrik