“Jadi, kalau MBG nggak dapet, setidaknya program jembatan bisa terealisasi untuk siswa kami,” lanjutnya.
Baca Juga: Presiden Prabowo terbang ke Amerika Serikat, dijadwalkan bertemu Presiden Trump
Sungai deras dan ancaman saat hujan
Dalam unggahan lain yang sudah diunggah lebih dulu pada 8 Januari 2026, tampak para guru harus menyeberangi sungai dengan ketinggian air selutut orang dewasa.
Air berwarna coklat dengan arus yang cukup deras membuat mereka harus menenteng sepatu dan tas.
“Belajar yang rajin ya, Nak. Pak gurumu ini menantang nyawa setiap hari untuk sampai ke sekolah,” tulisnya kala itu.
Ia juga menyebut bahwa setelah hujan turun, kekhawatiran muncul karena potensi sungai yang biasa digunakan untuk akses jalan akan meluap.
Baca Juga: Tembok rumah warga roboh menimpa SMPN 182 Jakarta, puing berserakan di area sekolah
“Siswa kami tidak tenang belajar saat hujan karena takut sungai meluap,” tambahnya.
Menuai simpati warganet
Video tersebut telah diputar lebih dari 220 ribu kali dan dibanjiri komentar dukungan.
Banyak warganet berharap bantuan segera datang untuk memperbaiki akses menuju sekolah tersebut.
Peristiwa ini kembali menjadi potret nyata tantangan akses pendidikan di daerah terpencil, khususnya terkait infrastruktur dasar yang mempengaruhi keselamatan siswa dan guru.***
Artikel Terkait
Pamit umrah, Salim A Fillah tinggalkan jejak kebaikan di Aceh usai bangun jembatan hingga sekolah darurat
Banjir bandang terjang Desa Penakir Pemalang, rumah dan jembatan rusak
Sirine banjir sempat berbunyi, warga Bekasi berlarian dan berkumpul di jembatan pantau ketinggian air
Viral proyek jembatan diduga mangkrak, warga Lampung Timur terpaksa nyebrang sungai pakai perahu
Viral baju layak pakai ditinggal di jembatan Gunungkidul, warganet soroti cara sortir pakaian
Viral pelajar di Lampung Tengah lewati banjir dan jembatan kayu lapuk demi berangkat sekolah
Jembatan apung di Sawang Aceh Utara hampir rampung, warga tak perlu bayar Rp20 ribu naik getek lagi