Sedang jalani latihan pratugas
Ali menjelaskan, para prajurit Marinir yang menjadi korban longsor tengah menjalani latihan pratugas sebelum diberangkatkan untuk menjalankan misi pengamanan perbatasan Republik Indonesia–Papua Nugini (RI–PNG).
“Mereka sedang melaksanakan latihan pratugas untuk persiapan pengamanan perbatasan RI–PNG. Kegiatan latihan memang dilaksanakan di sana,” jelasnya.
Baca Juga: Istri Marcel Radhival wafat, dikenang sebagai pendukung setia di balik layar Pesulap Merah
Proses evakuasi terkendala cuaca
Hingga kini, proses pencarian dan evakuasi masih terus berlangsung. Namun, upaya tersebut terkendala kondisi cuaca dan akses jalan menuju lokasi longsor.
“Alat berat memang belum bisa masuk karena kondisi cuaca dan jalan yang kecil,” ujar Ali.
Meski demikian, pihak TNI memastikan pencarian tetap dilakukan dengan berbagai metode, termasuk pemanfaatan teknologi.
“Kami akan melakukan pencarian menggunakan drone, alat thermal, serta anjing pelacak,” tandasnya.***
Artikel Terkait
Kronologi warga Cisarua yang terseret arus banjir di Puncak Bogor, BPBD: Korban hanyut berasal dari Desa Citeko
Sorotan khusus: Jembatan putus di Kabupaten Bogor gegara luapan banjir kali Ciliwung, dari kawasan Puncak hingga Cisarua
Sorotan Dedi Mulyadi soal penyebab banjir Cisarua: Bongkar Hibisc Fantasy, hijaukan lagi puncak Bogor
Terisolir pascabanjir dan longsor, warga Dusun Lelabu Aceh Tengah mendayung sampan berjam-jam demi bertahan hidup
Bencana longsor di Cisarua Bandung Barat, puluhan rumah tertimbun dan 8 warga meninggal dunia
82 Orang masih hilang usai longsor di Bandung Barat, kesaksian warga ungkap dentuman keras dari hulu
Bocah saksi longsor Cisarua sebut 15 temannya tertimbun, KDM janji bantuan Rp10 juta per KK