Baca Juga: Jay Idzes sambut John Herdman, kapten Timnas ajak ukir sejarah baru bersama Garuda
“Motor ini tenggelam, Pak. Kalau tidak ada motor ini, mungkin saya juga ikut tenggelam,” ujarnya.
Ia mengaku laju abu dan material erupsi saat itu jauh lebih cepat dibandingkan dirinya berlari dengan berjalan kaki.
“Kalau lari pakai kaki, mungkin saya juga sudah tertimbun. Lavanya lebih cepat dari saya,” tandasnya.
Kisah Gimah menjadi potret nyata kecemasan warga yang hidup berdampingan dengan ancaman bencana alam, sekaligus pengingat pentingnya mitigasi, relokasi aman, dan pendampingan psikososial bagi masyarakat di kawasan rawan erupsi.***
Artikel Terkait
Jasa pendamping diduga agar pendaki tidak nyasar di ladang ganja Semeru, BBTNBTS sebut untuk memberdayakan masyarakat
Viral penemuan ladang ganja di Kawasan Gunung Bromo, ini dampak pada jalur pendakian Bromo dan Semeru
Status Semeru naik ke Level IV Awas: Awan panas beruntun, guguran lava kian intens
Semeru masih level awas, PVMBG minta warga jauhi radius 8 km dan waspadai lahar dingin
Masih berstatus Awas, Gunung Semeru tetap steril radius 8 km: Aktivitas vulkanik belum reda
Influencer Sherly Annavita soroti video viral warga Malut seberangi sungai deras tanpa jembatan
Hilang sejak akhir Desember 2025, pendaki Gunung Slamet Syafiq Ali ditemukan meninggal dunia