“Bagus idenya dan pengen niru, tapi belum ketemu jodohnya,” tulis akun @ahmadijogja.
Sementara itu, warganet lain menilai konsep tersebut sebagai bentuk cinta yang tak hanya ditujukan kepada pasangan, tetapi juga kepada bumi.
Baca Juga: Wacana Pilkada dipilih DPRD, Ketua GMNI Subang ingatkan risiko kemunduran demokrasi
“Cinta istri, cinta lingkungan,” komentar akun @ridhonovembrian.
“Ini sangat bagus untuk investasi masa depan bumi. Keren,” timpal akun @apriliaroyowati.
Souvenir bibit pohon ini pun dinilai menjadi simbol bahwa pernikahan bukan hanya tentang menyatukan dua insan, tetapi juga tentang tanggung jawab bersama menjaga kehidupan dan lingkungan di sekitarnya.***
Artikel Terkait
D'Castello dorong wisata ramah lingkungan lewat aksi tanam 1.000 pohon di Ciater
Peringatan dini musim hujan: Pohon tumbang timpa mobil di Jalancagak-Ciater, BPBD Subang ingatkan warga waspada angin kencang
Bandung kenalkan ‘KTP Pohon’, warga bisa cek identitas dan kondisi pohon lewat QR Code
Prediksi hujan lebat masih bayangi Sumatera Utara, BMKG jelaskan kemunculan Bibit Siklon Tropis 91S
Perumda TRS dan AQUA tanam 1.800 pohon di mata air Cipondok, upaya jaga hulu sungai Cipunagara
Subang serius bangun bibit sepak bola: Kang Rey dorong pembinaan usia dini usai final Bupati Cup U-17
Peduli konservasi alam, pengusaha asal Lampung kembangkan puluhan ribu bibit tanaman di Subang