“Jembatan tali yang tadi siang terjadi insiden putus saat warga melansir logistik, Alhamdulillah berkat kerja sama anggota Koramil dan masyarakat, pada magrib ini jembatan sudah kami pasang kembali,” ujar anggota Koramil 05/Linge DPP, Serka M. Tuah Hasibuan.
Ia menambahkan, jembatan tali tersebut kini kembali bisa digunakan untuk aktivitas warga.
“Alhamdulillah warga sudah bisa melintas dan membawa logistik ke Desa Reje Payung,” imbuhnya.
Puluhan desa masih terisolir
Kondisi akses yang terbatas di Aceh Tengah membuat proses penyaluran bantuan masih dilakukan dengan penuh risiko, baik melalui jembatan tali, sling, maupun jalur udara.
Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah, hingga kini masih terdapat sekitar 30 desa dengan jumlah warga mencapai 14.889 jiwa yang terisolir akibat rusaknya infrastruktur pascabanjir bandang dan longsor.
Kecamatan Linge dan Kecamatan Ketol menjadi dua wilayah yang paling terdampak, dengan sejumlah desa masih sulit dijangkau bantuan kemanusiaan.
Di Desa Reje Payung sendiri, tercatat sekitar 331 jiwa yang hingga kini masih menantikan distribusi bantuan secara berkelanjutan.
Warga berharap pemerintah mempercepat pembangunan jembatan permanen agar aktivitas pendidikan, kesehatan, dan ekonomi dapat kembali berjalan aman tanpa mempertaruhkan keselamatan.***
Artikel Terkait
'Saya mau pulang ke mana?' Pilu warga Pidie Jaya usai rumah hancur diterjang banjir dan bantuan hilang
Meski di wilayah kota, warga Aceh Tamiang mengaku krisis air minum pascabanjir
Rakit jadi satu-satunya akses, relawan bidan nyaris terseret arus Sungai Kala Ili Aceh Tengah
Akses darat terputus pascabanjir, guru di Aceh tengah uji nyali seberangi sungai demi tetap mengajar
Kisah relawan Bener Meriah yang tetap salurkan bantuan meski baru kehilangan ibu
Mahfud MD soroti teror terhadap influencer, ingatkan negara wajib jamin rasa aman warga
Influencer Virdian Aurellio soroti pemulihan pascabanjir di Bener Meriah yang belum tuntas